Blog Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang

Menyiapkan Kader-kader Muslim Negarawan

Oleh: Mochammad Iqbal*

images1.jpg Jargon sentral yang diusung KAMMI di seluruh nusantara yaitu Muslim Negarawan. Banyak pendapat serta tanggapan dari kader-kader KAMMI terkait dengan jargon tersebut. Jargon ini ada yang menanggapinya sebagai suatu konsep Nasionalisme versi KAMMI, salah satunya adalah ketua KAMMI Komsat UM, akh Roni Utomo. Muslim Negarawan ini dianggap sebagai kristalisasi konsep kenegaraan yang ditawarkan KAMMI untuk Bangsa Indonesia.

Cita-cita bangsa Indonesia yang luhur perlu dikawal dan diluruskan, dengan apa? Tentu saja dengan tawaran solusi Islam yang telah diusung oleh KAMMI.

Yang kedua, jargon Muslim Negarawan ini diartikan sebagai perwujudan salah satu visi KAMMI yaitu untuk mencetak pemimpin-pemimpin masa depan. Yah.., kita sama-sama telah memahami bagaimana pentingnya berdakwah, khusunya berdakwah melalui kepemimpinan, yaitu kepemimpinan yang dipegang dan dikelola oleh kader dakwah, demi menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Sebagaimana tertulis pada salah satu paradigma gerakan KAMMI yaitu; Solusi Islam adalah tawaran perjuangan KAMMI.

OK, sekarang ada satu pertanyaan besar yang harus dijawab oleh KAMMI, yaitu; Sejak dilahirkan pada 1998, seberapa jauh KAMMI telah mewujudkan salah satu visinya ini? (sebelum antum melanjutkan membaca tulian ini, stop disini dulu, coba antum jawab dengan pemikiran antum sendiri pertanyaan diatas!)

Pertanyaan tersebut pernah ana lontarkan kepada ketua KAMMI pusat, akh Taufik, jawaban beliau cukup diplomatis, beliau mengatakan bahwa jika visi tersebut sudah dicapai tentunya KAMMI akan merumuskan visi yang baru, dengan kata lain salah satu visi KAMMI ini belum tercapai.

Memang kalau sekarang kita saksikan, coba saja cari pemimpin-pemimpin nasional atau paling tidak tingkat regional yang merupakan kader KAMMI, kalaupun ada jumlahnya sedikit., berbeda ketika kita bandingkan dengan TNI yang acap kali kader-kadernya muncul sebagai pemimpin bangsa ini. Atau paling tidak bandingkan dengan saudara kita sesama organisasi pergerakan mahasiswa, HMI, PMII ataupun GMNI -yang memang lebih tua dari KAMMI- kader-kader mereka sudah banyak yang tampil sebagai pemimpin-pemimpin bangsa ini.

Seharusnya ini dapat menjadi tambahan motivasi bagi kader-kader KAMMI untuk kemudian serius mengembangkan kapasitas diri demi mewujudkan visi tersebut. Kader-kader KAMMI harus berpandangan jauh kedepan sebagai calon pemimpin-pemimpin masa depan bangsa ini. Kader KAMMI jangan sampai hanya menganggapnya angan-angan di langit yang susah untuk dicapai atau sekedar iming-iming buat para kader baru. Visi ini sangat realistis dan sangat mungkin untuk dicapai oleh kader KAMMI, bahkan oleh SETIAP KADER KAMMI !.

Sistem pengkaderan serta iklim keorganisasian di KAMMI sangat kompeten dalam mencetak kader-kader sebagai calon pemimpin masa depan bangsa ini, ditambah lagi satu kelebihan yang utama jika dibandingkan dengan organisasi pergerakan mahasiswa lainnya, yaitu filosofi ketuhanan dan spirit jihadnya.

Satu lagi yang sangat penting dalam mendukung cita-cita besar ini, yaitu latihan !. Latihan sangat penting dalam menciptakan suatu kompetensi tertentu. Seperti seorang yang belajar mengemudikan mobil, tidak cukup hanya sekedar teori atau buku tutorial saja, perlu latihan secara teratur dan bertahap untuk dapat lihai menguasai teknik mengemudikan mobil. Seorang pemimpin besar juga perlu latihan, latihan secara teratur dan bertahap. Mulai dari memimpin kelompok-kelompok kecil sampai organisasi besar, sebelum akhirnya dapat memimpin bangsa ini.

Di KAMMI sebagaimana organisasi-organisasi pengkaderan lainnya, latihan-latihan tersebut telah dibiasakan sejak awal, mulai dari seorang ketua panitia kegiatan, ketua departemen, ketua komisariat, KAMDA dan seterusnya. Namun semua ini belum cukup, latihan menghadapi dunia luar (luar organisasi), sangatlah penting dalam sisi lain pengembangan kapasitas diri kader. Dalam konteks KAMMI, dapat dikatakan dunia luar tersebut adalah dunia kampus, lengkap dengan adanya OMEK-OMEK lain selain KAMMI, serta orang-orang ‘netral’ di sana. Sebagai calon pemimpin, kader-kader KAMMI harus berani dan mampu berbenturan (berbenturan disini, bukan hanya bermakna kontra saja, tetapi juga berhubungan, bekerjasama dan berkompetisi, meskipun dimungkinkan juga untuk kontra atau terjadinya konflik).

Hal ini sangat perlu guna menempa kompetensi kader dalam memimpin. Kampus merupakan ladang yang sempurna sebagai ajang latihan, disana ibarat meniatur negara. Apalagi KAMMI sebagai OMEK (Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus), disinilah fungsi dakwah yang harus diperankan oleh kader KAMMI. OMEK, termasuk di dalamnya KAMMI, sebagai lembaga aspiratif ekstra kampus, yang nota bene memiliki kaderisasi dan pewacanaan lebih, sangat dibutuhkan demi dinamisasi gerakan mahasiswa di kampus-kampus, tak terkecuali di UM tercinta.

 

Alfa Camp, 16/01/’08

* Penulis adalah Kadep Kastrat KAMMI UM, 2007/2008

Comments on: "Menyiapkan Kader-kader Muslim Negarawan" (3)

  1. hidup KAMMI, perjuangan menegakkan islam kami harus terus diperjuangkan guna mencapi kader militan yagn berjuang dengan ikhlas menegakkan syariah dan khilafah. wallahi, sungguh tidak ada perjuangan yang mulia kecuali ke dua hal tersebut
    fakta telah menunjukkan kader KAMMI telah gagal menerapkan tujuan mulia itu. mereka malah terbuai berafiliasi dengan PKS yang mengedepankan demokrasi secara tujuannya dari pada syariat dan khilafah. pada tidak ada perbedaan pendapat ulama salafussalih bahwasanya demokrasi adalah sistem kufur. (baca: QS:almaidah:46,49). yang lebih menyakitkan hati kaum muslimin ketika PKS harus rela berkoalisi dengan PDS (koalisi irian jaya antara PKS dan PDS) itu sudah nyata-nyata keharaman yang luar biasa dalam. bertentangan dengan al Qur’an dan Sunnah

    demokrasi yang membawa jargon kedaulatan di tangan rakyat, sesungguhnya bertengan dengan Islam, bahwasanya kedaulatan hanya milik ALlah, bukan manusia. marilah saudaraku kita bersama membuang sistem demokrasi dan menggantinya dengan sistem Islam. sungguh nikmat yang paling besar dalam hidup ini adalah dakwah dan jihad, dan sempurnanya nikmat itu adalah syahid fisabilillah

  2. kaderisasi memang snagat diperlukan untuk perkembangan sebuah organisasi. rtapi, jika sbeuah organisasi pada masa jabatan tertentu sudah kacau balau, bagaimana caranya membangun kembali organisasi tersebut?

  3. terus berjuang… muslim negarawan…

Tinggalkan komentar/pertanyaan/kritik-saran :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 30 pengikut lainnya.