Blog Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang

Pemberantasan Wereng (LKTM ku)

images_018.jpg Hama wereng (Nilaparvata lugens) telah lama menjadi momok para petani padi, acap kali serangan wereng dapat menghancurkan harapan pak tani, berhektar-hektar sawah mereka bisa gagal panen karena serangan sang wereng. Beberapa laporan serangan wereng, misalnya seperti yang terjadi di deli serdang, Petani Deli Serdang, Sumatera Utara, meresahkan populasi hama yang kian membesar. Keberadaannya di batang padi dikhawatirkan akan merusak pertumbuhan padi. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menetapkan keadaan peringatan bahaya atas kondisi tersebut (www.kompas.com).

 

Luas areal pertanaman padi di Jawa Barat yang diserang hama we­reng batang cokelat (WBC), terus meluas. Serangga yang telah membuat ratusan hektare tanaman padi di pantai utara (pantura) Jawa Barat puso dan ribuan hektare lainnya terancam gagal panen itu, juga mengancam areal pertanaman padi di daerah lain, termasuk di Kab. Bandung (www.pikiranrakyat.com).

Serangan hama wereng ini jelas-jelas telah banyak merugikan para petani, sehingga banyak dari para petani yang menggunakan pembasmi hama buatan yang diproduksi oleh pabrik yang didapatkan di pertokoan. Keefektifan pembasmi hama ini awalnya cukup bagus, namun lama kelamaan hama mulai resisten sehingga para petani menambah konsentrasinya. Akibat penambahan konsentrasi dan penggunaan yang terus menerus, menjadikan insektisida ini sebagai masalah baru. Sisa-sisa insektisida yang mengendap di daun, kulit buah dan tanah telah menjadi pencemar baru yang mencemari lahan pertanian, akibatnya bukan Cuma wereng saja yang mati, tetapi hewan-hewan lainnya termasuk manusia yang mengkonsumsi hasil pertanian tersebut, kesehatannya menjadi terganggu.

Alih-alih menambah hasil produksi, yang terjadi adalah kemunduran mutu produk yang dihasilkan pasalnya produk-produk tersebut telah terkontaminasi oleh insektisida.

Permasalahan ini membawa para petani dalam dilema yang besar, disatu sisi mereka harus melawan serangan hama wereng yang mengancam sawah-sawah mereka, sedangkan di sisi lain lingkungan mereka juga harus diselamatkan dari pengaruh buruk lingkungan. Banyak kalangan ilmuan khususnya dibidang biologi pertanian mencoba menawarkan solusi, misalnya dengan penggunaan musuh alami, atau pemberantasan hama secara manual sampai metode tumpang sari dan lain-lainnya. Dari beberapa metode yang ditawarkan tersebut, beberapa ada yang berhasil dan yang lainnya kurang berhasil.

Oleh sebab itu dibutuhkan terobosan-terobosan baru guna mengatasi masalah tersebut. Salah satunya adalah yang coba kami tawarkan melalui tulisan ini. Di sini kami melihat ada sebuah potensi dalam tanaman tembakau (Niconiana tabacum) sebagai pemberantas hama wereng yang ramah lingkungan dan harganya pun relatif lebih murah. Selain itu senyawa-senyawa yang terkandung dalam daun tembakau (Niconiana tabacum) merupakan senyawa organik yang relatif lebih mudah diuraikan dari pada senyawa buatan, sehingga dapat mengurangi efek pencemaran.

Dalam daun tembakau (Niconiana tabacum) terkandung senyawa nikotin yang berpotensi sebagai zat aditif perangsang susunan syaraf pusat (SSP) yang mengganggu keseimbangan neuro pemancar. Efek nikotin ini bagi organisme akan menyempitkan pembuluh darah, menurunkan nafsu makan dan menyebabkan kematian. (http://www.republikaonline.com). Hal ini juga berpengaruh pada wereng sehingga dengan pemberian air perasan daun tembakau (Niconiana tabacum) ini, diharapkan dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan gangguan wereng di sawah, sehingga hasil panen dapat maksimal.

Comments on: "Pemberantasan Wereng (LKTM ku)" (22)

  1. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Mas Iqbal makasih ya…. blog dari pean ini sangat membantu.
    Wassalamua’alaikum Wr. Wb

  2. bagamaina proses pengolahan tembakau untuk menjadi pestisida organik?tolong ya soalnya di daerah saya hama werebg sangat meraja lela.kalau bisa tlg kirim via email, hawa_ayoe@yahoo.com thanx before

  3. ade paryono said:

    mas. Iqbal bagaimana caranya membuat perasan tembakau dan pakai bahan tambahan apa. tolong kirim lewat email
    mr_brownraden@yahoo.co.id

  4. Adiansyah, Ssi said:

    teman-teman ada gak bahan tentang BAgaimana mengidentifikasi Mikroba/bakteri berasal dari kawah gunung berapi?
    klo ada tlg dikrm ya?penting bgt/..
    thx teman-teman./.

  5. hama wereng memang meraja lela… n penggunaan tembakau sudah digunakan tapi tidak dengan perasan daun tembakau tadi tapi dengan tembakau yang berbentuk bubuk, apakah hasilnya akan beda?

  6. Kalo tembakau kering bisa gak?Yg sudah jadi rokok.Soal ny di daerah saya ga ada tanaman tembakau

  7. Mas ali tlg uraikan tentang cra pembuatan obat pembasmi hma wreng dgan dau tembako ,trims

  8. hama wereng sekarang memang sedang melanda.semoga penggunaan pestisida nabati ini dapat bermanfaat

  9. pestisida nabati memang sangat baik untuk lingkungan dan sangat cocok untuk pengendalian wereng

    • @ hasan fahmi, sbenernya sama saja, bahkan kalo bubuk, barangkali lebi pekat ya konsentrasinya, cuma, keunggulan lain dengan make tembakau itu adalah bisa disemprotkan dan emmbentuk koloid, sehingga lebih merata dan lebih efektif mengenai werengnya

      @ hery, bisa saja, cuz yg efekktif disini tu nikotinnya, pada tembakau kering juga masih ada kuk

      @ agus, lah di atas kan udah, ….

      @ pinty, amiiin.. makasih

      @ SAGITA itu Pintull ya, hehehe (a dah kujngi dua2nya)

  10. untuk hama wereng sebaiknya ditest dulu,dari yang pestisida nabati yang kami aplikasikan pd padi, ternyata ada efek resujensi,jadi kalau diberi pestisida yang lebih mematikan,wereng ini akan bertelur lebih banyak,dan pada kenyataannya ,awal diberikan,hasil bagus dan tanaman sehat,tapi dalam waktu 2 hari,populasi wereng bertambah jauh lebih banyak,akhirnya mengarah pada puso.dalam pestisida nabati yang kami gunakan juga terdapat ekstrak tembakau,tks

  11. asep deni susila said:

    hawa wereng sedang melanda daerah karawang.saya ga bisa panen seluas 1.7 hektar.pestisidada ga bisa basmi

  12. berantas wereng dengan solar campur oli bekas atau minyak goreng. solar tersebut dikecrotkan ke permukaan air, orang dibelakang pengecrot menyiramkan solar yang telah bercampur ke tanaman padi, setelah ganti air sawah dengan yang baru. hasilnya lumayan efektif.

  13. Ade Paryono said:

    Mas Iqbal terima kasih atas sarannya, yang jadi masalah di daerah sayA Pamanukan – Subang, sulit mencari tembakau kalo boleh tembakau kiloan, didaerah mana saya harus mencari tembakau kiloan tersebut, apakah masih dicampur dengan bahan-bahan yang lain?
    Selama ini saya memakai metode “Gopyokan” menggunakan solar dicampur dengan ili bekas atau minyak goreng, memang hasilnya cukup efektif bisa membasmi sampai 80%, tetapi dengan cara gopyokan mennimbulan dampak terhadap stuktur, dan bulir padi (sedikit agak gepeng)
    Terima Kasih
    Ade paryono
    Pamanukan Subang – Jabar

  14. Apa sich metode yg tepat untk pemberantasan hama

  15. Sampe prustasi aku membasmi wereng,,,,, tak coba pake mbako dech

  16. Hari nanang said:

    Untuk pencegahan mulai perendaman benih padi direndam pakai herbafarm cair dari pt.sidomuncul,semprot persemaian per 5 hari sekali, perawatan semprot 7 hari sekali hingga usia 45 hari

  17. apa ada cara lain???

  18. gmna klo pdi bsa nga ya,,,,

  19. gmana msih ada nga cara laen

  20. tolong dibantu pak,cara membasmi hama wereng ini
    Soalnya sangat meresahkan sekali khususnya di daerah saya pati,jama tengah
    Tlong kirim ke email saya
    heri.gucyr@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s