Manusia ada yang tinggi, mancung, sipit, rambut hitam, ikal lurus dan lain-lain. Ternyata di balik semua itu manusia ibentuk melalui mekanisme yang sama jauh di dalam rahim bunda tercinta. Berikut penjabaran tentang mekanisme pembentukan janin, mulai dari penyatuan gamet yaitu fertilisasi sampai dilahirkannya janin.
zigot yang terbentuk dari penyatuan gamet akan mengalami berbagai proses menakjubkan yang akan membuat kita berseru akan kebesaran Tuhan. Selamat membaca!
Pengertian Janin
Janin atau embryo adalah makhluk yang sedang dalam tingkat tumbuh dalam kandungan. Kandungan itu berada dalam tubuh induk atau diluar tubuh induk (dalam telur). Tumbuh adalah perubahan dari bentuk sederhana dan muda sampai bentuk yang komplek atau dewasa (Wildan yatim, 1990).
Sedangkan dalam Microsoft Encarta 2006 disebutkan bahwa janin merupakan suatu hewan bertulang belakang yang belum lahir pada suatu fase dimana semua ciri struktural orang dewasa sudah dapat dikenal, terutama keturunan manusia yang belum lahir setelah delapan minggu pertumbuhan.
Proses Pembentukan Janin
Spermatogenesis
Peralihan dari bakal sel kelamin yang aktif membelah ke sperma yang masak serta menyangkut berbagai macam perubahan struktur yang berlangsung secara berurutan. Spermatogenesis berlangsung pada tubulus seminiferus dan diatur oleh hormone gonadtotropin dan testosterone (Wildan yatim, 1990).
Tahap pembentukan spermatozoa dibagi atas tiga tahap yaitu :
1.Spermatocytogenesis
Merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosit primer.
Spermatogonia
Spermatogonia merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis. Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer.
Spermatosit Primer
Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan mengalami meiosis. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit sekunder.
2. Tahapan Meiois
Spermatosit I (primer) menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis I yang kemudian diikuti dengan meiosis II.
Sitokenesis pada meiosis I dan II ternyata tidak membagi sel benih yang lengkap terpisah, tapi masih berhubungan sesame lewat suatu jembatan (Interceluler bridge). Dibandingkan dengan spermatosit I, spermatosit II memiliki inti yang gelap.
3. Tahapan Spermiogenesis
Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase yaitu fase golgi, fase tutup, fase akrosom dan fase pematangan. Hasil akhir berupa empat spermatozoa masak. Dua spermatozoa akan membawa kromosom penentu jenis kelamin wanita “X”. Apabila salah satu dari spermatozoa ini bersatu dengan ovum, maka pola sel somatik manusia yang 23 pasang kromosom itu akan dipertahankan. Spermatozoa masak terdiri dari :
-
- Kepala (caput), tidak hanya mengandung inti (nukleus) dengan kromosom dan bahan genetiknya, tetapi juga ditutup oleh akrosom yang mengandung enzim hialuronidase yang mempermudah fertilisasi ovum.
- Leher (servix), menghubungkan kepala dengan badan.
- Badan (corpus), bertanggungjawab untuk memproduksi tenaga yang dibutuhkan untuk motilitas.
- Ekor (cauda), berfungsi untuk mendorong spermatozoa masak ke dalam vas defern dan ductus ejakulotorius.
b. Oogenesis
Sel-Sel Kelamin Primordial
Sel-sel kelamin primordial mula-mula terlihat di dalam ektoderm embrional dari saccus vitellinus, dan mengadakan migrasi ke epitelium germinativum kira-kira pada minggu ke 6 kehidupan intrauteri. Masing-masing sel kelamin primordial (oogonium) dikelilingi oleh sel-sel pregranulosa yang melindungi dan memberi nutrien oogonium dan secara bersama-sama membentuk folikel primordial.
Folikel PrimordiaL
Folikel primordial mengadakan migrasi ke stroma cortex ovarium dan folikel ini dihasilkan sebanyak 200.000. Sejumlah folikel primordial berupaya berkembang selama kehidupan intrauteri dan selama masa kanak-kanak, tetapi tidak satupun mencapai pemasakan. Pada waktu pubertas satu folikel dapat menyelesaikan proses pemasakan dan disebut folikel de Graaf dimana didalamnya terdapat sel kelamin yang disebut oosit primer.
Oosit Primer
Inti (nukleus) oosit primer mengandung 23 pasang kromosom (2n). Satu pasang kromosom merupakan kromosom yang menentukan jenis kelamin, dan disebut kromosom XX. Kromosom-kromosom yang lain disebut autosom. Satu kromosom terdiri dari dua kromatin. Kromatin membawa gen-gen yang disebut DNA.
Pembelahan Meiosis Pertama
Meiosis terjadi di dalam ovarium ketika folikel de Graaf mengalami pemasakan dan selesai sebelum terjadi ovulasi. Inti oosit atau ovum membelah sehingga kromosom terpisah dan terbentuk dua set yang masing-masing mengandung 23 kromosom. Satu set tetap lebih besar dibanding yang lain karena mengandung seluruh sitoplasma, sel ini disebut oosit sekunder. Sel yang lebih kecil disebut badan polar pertama. Kadang-kadang badan polar primer ini dapat membelah diri dan secara normal akan mengalami degenerasi.
Pembelahan meiosis pertama ini menyebabkan adanya kromosom haploid pada oosit sekunder dan badan polar primer, juga terjadi pertukaran kromatid dan bahan genetiknya. Setiap kromosom masih membawa satu kromatid tanpa pertukaran, tetapi satu kromatid yang lain mengalami pertukaran dengan salah satu kromatid pada kromosom yang lain (pasangannya). Dengan demikian kedua sel tersebut mengandung jumlah kromosom yang sama, tetapi dengan bahan genetik yang polanya berbeda.
Oosit Sekunder
Pembelahan meiosis kedua biasanya terjadi hanya apabila kepala spermatozoa menembus zona pellucida oosit (ovum). Oosit sekunder membelah membentuk ovum masak dan satu badan polar lagi, sehingga terbentuk dua atau tiga badan polar dan satu ovum matur, semua mengandung bahan genetik yang berbeda. Ketiga badan polar tersebut secara normal mengalami degenerasi. Ovum yang masak yang telah mengalami fertilisasi mulai mengalami perkembangan embrional.
Fertilisasi
Menurut Sri Sudarwati (1990) fertilisasi merupakan proses peleburan dua macam gamet sehingga terbentuk suatu individu baru dengan sifat genetic yang berasal dari kedua parentalnya. Sedangkan menurut Wildan Yatim (1990) fertilisasi merupakan masuknya spermatozoa kedalam ovum. Setelah spermatozoa masuk, ovum dapat tumbuh menjadi individu baru.
Spermatozoa yang mengelilingi ovum akan menghasilkan enzim hialuronidase, yaitu enzim yang memecah protoplasma pelindung ovum agar dapat menembus ovum dengan sedikit lebih mudah. Enzim tersebut merusak korona radiata dan memudahkan penembusan zona pellucida hanya untuk satu sperma saja. Badan dan ekor sperma terpisah dari kepala segera setelah masuk ke dalam ovum. Segera setelah kedua sel bersatu, kumparan kutub kedua dalam inti (nukleus) ovum mengalami pembelahan meiosis kedua dan mampu bersatu dengan inti sperma, sehingga terbentuk kromosom diploid (2n).
Gambar 1. Fertilisasi dan pembelahan (sumber, microsoft encharta)
Perkembangan Janin di Rahim
Pembelahan
Menurut yatim (1990:155) pada manusia pembelahan terjadi secara holobastik tidak teratur. Dimana bidang dan waktu tahap-tahap pembelahan tidak sama dan tidak serentak pada berbagai daerah zigot. Awalnya zigot membelah menjadi 2 sel, kemudian terjadi tingkat 3 sel, kemudian tingkat 4 sel, diteruskan tingkat 5 sel, 6 sel, 7 sel, 8 sel, dan terus menerus hingga terbentuk balstomer yang terdiri dari 60-70 sel, berupa gumpalan massif yang disebut morula.
Pembelahan atau segmentasi terjadi setelah pembelahan. Zigot membelah berulang kali sampai terdiri dari berpuluh sel kecil yang disebut blastomer. Pembelahan itu bias meliputi seluruh bagian, bias pula hanya sebagian kecil zigot. Pembelahan ini terjadi secara mitosis. Bidang yang ditempuh oleh arah pembelahan ketika zigot mengalami mitosis terus-menerus menjadi banyak sel, disebut bidang pembelahan. Ada 4 macam bidang pembelahan yaitu meridian, vertical, ekuator dan latitudinal
Blastulasi dan Nidasi
Setelah sel-sel morula mengalami pembelahan terus-menerus maka akan terbentuk rongga di tengah. Rongga ini makin lama makin besar dan berisi cairan. Embrio yang memiliki rongga disebut blastula, rongganya disebut blastocoel, proses pembentukan blastula disebut blastulasi.
Pembelahan hingga terbentuk blastula ini terjadi di oviduk dan berlangsung selama 5 hari. Selanjutnya blastula akan mengalir ke dalam uterus. Setelah memasuki uterus, mula-mula blastosis terapung-apung di dalam lumen uteus. Kemudian, 6-7 hari setelah fertilisasi embryo akan mengadakan pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang ke tahap selanjutnya. Peristiwa terpautnya antara embryo pada endometrium uterus disebut implantasi atau nidasi. Implantasi ini telah lengkap pada 12 hari setelah fertilisasi (Yatim, 1990: 136)
Gastrulasi
Menurut Tenzer (2000:212) Setelah tahap blastula selesai dilanjutkan dengan tahap gastrulasi. Gastrula berlangsung pada hari ke 15. Tahap gastrula ini merupakan tahap atau stadium paling kritis bagi embryo. Pada gastrulasi terjadi perkembangan embryo yang dinamis karena terjadi perpindahan sel, perubahan bentuk sel dan pengorganisasian embryo dalam suatu sistem sumbu. Kumpulan sel yang semula terletak berjauhan, sekarang terletak cukup dekat untuk melakukan interkasi yang bersifat merangsang dalam pembentukan sistem organ-organ tbuh. Gastrulasi ini menghasilkan 3 lapisan lembaga yaitu laisan endoderm di sebelah dalam, mesoderm disebelah tengah dan ectoderm di sebelah luar.
Dalam proses gastrulasi disamping terus menerus terjadi pembelahan dan perbanyakan sel, terjadi pula berbagai macam gerakan sel di dalam usaha mengatur dan menyusun sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh individu dari spesies yang bersangkutan.
Tubulasi
Tubulasi adalah pertumbuhan yang mengiringi pembentukan gastrula atau disebut juga dengan pembumbungan. Daerah-daerah bakal pembentuk alat atau ketiga lapis benih ectoderm, mesoderm dan endoderm, menyusun diri sehingga berupa bumbung, berongga. Yang tidak mengalami pembumbungan yaitu notochord, tetapi masif. Mengiringi proses tubulasi terjadi proses differensiasi setempat pada tiap bumbung ketiga lapis benih, yang pada pertumbuhan berikutnya akan menumbuhkan alat (organ) bentuk definitif. Ketika tubulasi ectoderm saraf berlangsung, terjadi pula differensiasi awal pada daerah-daerah bumbung itu, bagian depan tubuh menjadi encephalon (otak) dan bagian belakang menjadi medulla spinalis bagi bumbung neural (saraf). Pada bumbung endoderm terjadi differensiasi awal saluran atas bagian depan, tengah dan belakang. Pada bumbung mesoderm terjadi differensiasi awal untuk menumbuhkan otot rangka, bagian dermis kulit dan jaringan pengikat lain, otot visera, rangka dan alat urogenitalia.
Organogenesis
Organogenesis atau morfogenesis adalah embryo bentuk primitive yang berubah menjadi bentuk yang lebih definitive dan memmiliki bentuk dan rupa yang spesifik dalam suatu spesies. Organogensisi dimulai akhir minggu ke 3 dan berakhir pada akhir minggu ke 8. Dengan berakhirnya organogenesis maka cirri-ciri eksternal dan system organ utama sudah terbentuk yang selanjutnya embryo disebut fetus (Amy Tenzer,dkk, 2000)
Pada periode pertumbuhan antara atau transisi terjadi transformasi dan differensiasi bagian-bagian tubuh embryo dari bentuk primitive sehingga menjadi bentuk definitif. Pada periode ini embryo akan memiliki bentuk yang khusus bagi suatu spesies. Pada periode pertumbuhan akhir, penyelesaian secara halus bentuk definitive sehingga menjadi ciri suatu individu. Pada periode ini embryo mengalami penyelesaian pertumbuhan jenis kelamin, watak (karakter fisik dan psikis) serta wajah yang khusus bagi setiap individu. Organogenesis pada bumbung-bumbung:
- Bumbung epidermis
Menumbuhkan:
-
- Lapisan epidermis kulit, dengan derivatnya yang bertekstur (susunan kimia) tanduk: sisik, bulu, kuku, tanduk, cula, taji.
- Kelenjar-kelenjar kulit: kelenjar minyak bulu, kelenjar peluh, kelenjar ludah, kelenjar lender, kelenjar air mata.
- Lensa mata, alat telinga dalam, indra bau dan indra peraba.
- Stomodeum menumbuhkan mulut, dengan derivatnya seperti lapisan email gigi, kelenjar ludah dan indra pengecap.
- Proctodeum menumbuhkan dubur bersama kelenjarnya yang menghasilkan bau tajam.
- Lapisan enamel gigi.
2. Bumbung endoderm
-
- Lapisan epitel seluruh saluran pencernaan mulai faring sampai rectum.
- Kelenjar-kelenjar pencernaan misalnya hepar, pancreas, serta kelenjar lender yang mengandung enzim dlam esophagus, gaster dan intestium.
- Lapisan epitel paru atau insang.
- Kloaka yang menjadi muara ketiga saluran: pembuangan (ureter), makanan (rectum), dan kelamin (ductus genitalis).
- Lapisan epitel vagina, uretra, vesika urinaria dan kelenjar-kelenjarnya.
3.Bumbung neural (saraf)
- Otak dan sumsum tulang belakang.
- Saraf tepi otak dan punggung.
- Bagian persyarafan indra, seperti mata, hidung dan kulit.
- Chromatophore kulit dan alat-alat tubuh yang berpigment.
4.Bumbung mesoderm
-
- Otot:lurik, polos dan jantung.
- Mesenkim yang dapat berdifferensiasi menjadi berbagai macam sel dan jaringan.
- Gonad, saluran serta kelenjar-kelenjarnya.
- Ginjal dan ureter.
- Lapisan otot dan jaringan pengikat (tunica muscularis, tunica adventitia, tunica musclarismucosa dan serosa) berbagai saluran dalam tubh, seperti pencernaan, kelamin, trakea, bronchi, dan pembuluh darah.
- Lapisan rongga tubuh dan selaput-selaput berbagai alat: plera, pericardium, peritoneum dan mesenterium.
- Jaringan ikat dalam alat-alat seperti hati, pancreas, kelenjar buntu.
- Lapisan dentin, cementum dan periodontum gigi, bersama pulpanya.
Pada minggu ke 5 embryo berukuran 8 mm. Pada saat ini otak berkembang sangat cepat sehingga kepala terlihat sangat besar. Pada minggu ke 6 embrio berukuran 13 mm. Kepala masih lebih besar daripada badan yang sudah mulai lurus, jari-jari mulai dibentuk. Pada minggu ke 7 embryo berukuran 18 mm, jari tangan dan kaki mulai dibentuk, badan mulai memanjang dan lurus, genetalia eksterna belum dapat dibedakan. Setelah tahap organogenesis selesai yaitu pada akhir minggu ke 8 maka embrio akan disebut janin atau fetus dengan ukuran 30 mm.
b. Tahap Perkembangan Fetus/Janin
Tahap perkembangan janin dimulai pada bulan ke 3 sampai ke 10.
Pada 6 bulan terakhir perkembangan manusia digunakan untuk meningkatkan ukuran dan mematangkan organ-organ yang dibentuk pada 3 bulan pertama.
Pada saat janin memasuki bulan ke 3, panjangnya 40 mm. Janin sudah mempunyai sistem organ seperti yang dipunyai oleh orang dewasa. Pada usia ini genitalnya belum dapat dibedakan antara jantan dan betina dan tampak seperti betina serta denyut jantung sudah dapat didengarkan.
Pada bulan ke 4 ukuran janin 56 mm. Kepala masih dominan dibandingkan bagian badan, genitalia eksternal nampak berbeda. Pada minggu ke 16 semua organ vital sudah terbentuk. Pembesaran uterus sudah dapat dirasakan oleh ibu.
Pada bulan ke 5 ukuran janin 112 mm, sedangkan akhir bulan ke 5 ukuran fetus mencapai 160 mm. Muka nampak seperti manusia dan rambut mulai nampak diseluruh tubuh (lanugo). Pada yang jantan testis mulai menempati tempat dimana ia akan turun ke dalam skrotum. Gerakan janin sudah dapat dirasakan oleh ibu. Paru-paru sudah selesai dibentuk tapi belum berfungsi.
Pada bulan ke 6 ukuran tubuh sudah lebih proporsional tapi nampak kurus, organ internal sudah pada posisi normal.
Pada bulan ke 7 janin nampak kurus, keriput dan berwarna merah. Skrotum berkembang dan testis mulai turun untuk masuk ke skrotum, hal ini selesai pada bulan ke 9. system saraf berkembang sehingga cukup untuk mengatur pergerakan fetus, jika dilahirkan 10% dapat bertahan hidup.
Pada bulan ke 8 testis ada dalam skrotum dan tubuh mulai ditumbuhi lemak sehingga terlihat halus dan berisi. Berat badan mulai naik jika dilahirkan 70% dapat bertahan hidup.
Pada bulan ke 9, janin lebih banyak tertutup lemak (vernix caseosa). Kuku mulai nampak pada ujung jari tangan dan kaki.
Pada bulan ke 10, tubuh janin semakin besar maka ruang gerak menjadi berkurang dan lanugo mulai menghilang. Percabangn paru lengkap tapi tidak berfungsi sampai lahir. Induk mensuplai antibodi plasenta mulai regresi dan pembuluh darah palsenta juga mulai regresi.
Karakteristik Janin
Proses Terbentuknya janin laki-laki dan perempuan
Proses terbentuknya janin laki-laki dan perempuan dimulai dari deferensiasai gonad. Awalnya sel sperma yang berkromosom Y akan berdeferensiasi awal menjadi organ jantan dan yang X menjadi organ betina. Deferensiasi lanjut kromosom Y membentuk testis sedangkan kromosom X membentuk ovarium. Proses deferensiasi menjadi testis dimulai dari degenerasi cortex dari gonad dan medulla gonad membentuk tubulus semineferus. Di celah tubulus sel mesenkim membentuk jaringan intertistial bersama sel leydig. Sel leydig bersama dengan sel sertoli membentuk testosteron dan duktus muller tp duktus muller berdegenerasi akibat adanya faktor anti duktus muller, testosteron berdeferensiasi menjadi epididimis, vas deferent, vesikula seminlis dan duktus mesonefros. Karena ada enzim 5 alfareduktase testosteron berdeferensiasi menjadi dihidrotestosteron yang kemudian pada epitel uretra terbentuk prostat dan bulbouretra. Selanjunya mengalami pembengkakan dan terbentuk skrotum. Kemudian testis turun ke pelvis terus menuju ke skrotum. Mula-mula testis berada di cekukan bakal skrotum saat skrotum mkin lmamakin besar testis terpisah dari rongga pelvis.
Sedangkan kromosom X yang telah mengalami deferensiasi lanjut kemudian pit primer berdegenerasi membentuk medula yang terisi mesenkim dan pembuluh darah, epitel germinal menebal membentuk sel folikel yang berkembang menjadi folikel telur. Deferensiasi gonad jadi ovarium terjadi setelah beberapa hari defrensiasi testis. Di sini cortex tumbuh membina ovarium sedangkan medula menciut. PGH dari placenta mendorong pertumbuhan sel induk menjadi oogonia, lalu berplorifrasi menjadi oosit primer. Pada perempuan duktus mesonefros degenerasi. Saat gonad yang berdeferensiasi menjadi ovarium turun smpai rongga pelvis kemudian berpusing sekitar 450 letaknya menjadi melintang.
Penis dan klitoris awalnya pertumbuhannya sama yaitu berupa invagina ectoderm. Klitoris sebenarnya merupakan sebuh penis yang tidak berkembang secara sempurna. Pada laki-laki evagina ectoderm berkembang bersama terbawanya sinus urogenitalis dari cloaca.
Pengeluaran Bayi
Kelahiran bayi dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama, proses persiapan persalinan. Dalam tahap ini terjadi pembukaan (dilatasi) mulut rahim sampai penuh. Selanjutnya, tahap kedua adalah kelahiran bayi yang keluar dengan selamat. Tahap ketiga, pengeluaran plasenta. Tahap berikutnya adalah observasi terhadap ibu selama satu jam usai plasenta keluar.
Tahapan yang pertama adalah kontraksi. Ini biasanya fase paling lama. Pembukaan leher rahim (dilatasi) sampai 3 cm, juga disertai penipisan (effasi). Hal ini bisa terjadi dalam waktu beberapa hari, bahkan beberapa minggu, tanpa kontraksi berarti (kurang dari satu menit). Tapi pada sebagian orang mungkin saja terjadi hanya 2-6 jam (atau juga sepanjang 24 jam) dengan kontraksi lebih jelas. Setelah itu leher rahim akan semakin lebar.Umumnya fase ini lebih pendek dari fase sebelumnya, berlangsung sekitar 2-3 jam. Kontraksi kuat terjadi sekitar 1 menit, polanya lebih teratur dengan jarak 4-5 menit. Leher rahim membuka sampai 7 cm.
Secara umum dan normal, pembukaan leher rahim akan terus meningkat dengan kontraksi yang makin kuat. Terjadi 2-3 menit sekali selama 1,5 menit dengan puncak kontraksi sangat kuat, sehingga ibu merasa seolah-olah kontraksi terjadi terus-menerus tanpa ada jeda.
Pembukaan leher rahim dari 3 cm sampai 10 cm terjadi sangat singkat, sekitar 15 menit sampai 1 jam. Saat ini calon ibu akan merasakan tekanan sangat kuat di bagian bawah punggung. Begitu pula tekanan pada anus disertai dorongan untuk mengejan. Ibu pun akan merasa panas dan berkeringat dingin.
Posisi calon ibu saat melahirkan turut membantu lancarnya persalinan. Posisi setengah duduk atau setengah jongkok mungkin posisi terbaik karena posisi ini memanfaatkan gaya berat dan menambah daya dorong ibu.
Pengeluaran plasenta
Rasa lelah ibu adalah hal yang tersisa ketika bayi sudah keluar, tapi tugas belum berakhir. Plasenta yang selama ini menunjang bayi untuk hidup dalam rahim harus dikeluarkan.
Mengerutnya rahim akan memisahkan plasenta dari dinding rahim dan menggerakkannya turun ke bagian bawah rahim atau ke vagina. Ibu hanya tinggal mendorongnya seperti halnya mengejan saat mengeluarkan bayi. Hanya saja tenaga yang dikeluarkan tak sehebat proses pengeluaran bayi. Apabila plasenta telah keluar, akan segera dijahit robekan atau episiotomi sehingga kembali seperti semula.
Rujukan:
Corebima, AD. 1997. Genetika Kelamin. Surabaya: Airlangga University Press
Hamilton, W.J dkk. 1957. Human Embryology. Cambridge: W. Heffer % Sans Limited.
Moore, Keith L. 1988. The Developing Human. Canada: W.B Saunders Company.
Sudarwati, Sri.dkk. 1990. Dasar-Dasar Struktur dan Perkembangan Hewan. Bandung: Penerbit ITB
Tenzer, A dkk. 2001. Petunjuk Praktikum Perkembangan Hewan. Malang: JICA UM Malang.
Yatim, W. 1982. Reproduksi dan Embriologi. Bandung: Tarsito Penerbit buku




Comments on: "Pembentukan Janin" (90)
berkat situs ini saya terbantu
terima kasih, atas situs ini saya terbantu untuk melengkapi materi makalah kelompok kami.
wah menarik sekali bahasannya..sangat membantu tgs saya..
kalau bs memakai gambar lebih menari..
asw
wah…
makasih bgt ya…
webnya sgt membantu dlm pbuatan makalah sy
makasih s x lagi
was
# www, sama-sama, saya senang apa yang saya lakukan bisa bermanfaat, meskipun hanya sedikit. terus mampir ya!
wah enak bgt nech ada bahan untuk makalah kelompk, kebeyulan ge banyak tugas jd enakaja begitu ngenet eh lagsung ada bahan na.jadi g perlu lm2 d warnet hanya untuk nyari tugas…thanks bgt dech pokok na GOOD LUCK
makasih bgt y! dri kmaren sya cri bru dpt hri nie!
catatan cukup bagus tapi lebih bagus lagi kalo pake gambar yang detail
## ok, terimakasih atas masukannya, mohon terus masukannya yah!
Terima kasih banget ya…jadi saya bisa tau gimana sich sebenarnya manusia itu terbentuk. Betapa Allah bisa menjadi kan sesuatu yg tak ada menjadi ada…..luar biasa
maju terus pantang mundur, lebih dikembangkan lagi yach……!
## InsyAllah Mas, makasih, mohon terus dukungan serta koreksinya.
makasih, lengkapi gmbr
## OK boz, dalam proses
mak iyesssss
bagus, bagus bagt sama persis ma text book buatan dosen aq..bukan maksd nginggung lho..tapi dmn-mn materinya kn sama ya…???? thanks dah bantu proposal aq
Bagus bnget, ni materiQ mat kul PH skr . Q jd bs lbh ngerti n’bs bntu bwt tgs proposalQ
thanks ya..
Aslm.
saya download ya…
makasih…
go bio!
aslm…
pinter banget c mas iqbal ini apa c rahasianya???????……….
mas iqbal kasih no hp donk biar bisa sharing he…he…!
THANKS BGT…..AQ SANGT T’BANTU SKLI..SBENARX AQ BKN ANA’BIOLOGI HE..HE..TP AQ SRING NYARIIN TUGAS ADE’AQ YANG KULIAH DI UNM BIO…SKLI LG THANKS Y, BLOG BGS BGT..!
mkasih ya makalahmya sangat memnbantu.
### yu’re welcome !
syukran,, amat sangat membantu saya mengerjakan pr dari bu lulu(bu guru biologi)
makasih ya……. ataS infoeMaasix
So good, please your complete picture the growt and development embrio
makasih ya pak, tulisan anda sangat membantu!
makasih atas infonya….
lengkap..
bisa jadi referensi buat tugas sekolah…
bagaimana dengan bayi kembar?
tlg jawabannya ya…………..
### buat mas sofyan: setau saya bayi kembar itu kejadiannya da dua macam, yg pertama memang terjadi dua fertilisasi. artinya saat terjadi hubungan suami istri, pd si ibu terjadi ovulasi sel telur sebanyak dua (lazimnya tiap ovulasi cuma 1) nah keduanya terbuahi oleh sperma, shingga sama-sama berkembang dan menjadi janin kembar.
yang kedua, fertilisasi terjadi secara normal (satu sel telur/ovun dgn 1 sperma) namun ketika terjadi pembelahan pertama, zigot membelah secara sempurna dan masing-masing belahannya berkembang sendiri-sendiri menjadi zigot baru dan akhirnya menjadi janin yang sempurna, nah pada proses yg kedua inilah biasanya dilahirkan bayi kembar identik. kira2 gitu mas.
alhamdulillah,bs bwt bahan KTI gw nech,thankz bro
maturnuwun thanks
maturnuwun….
aslm..
wah kak makasih banget atas
smua infonya..
kbantu bgt bwad tgs ku.
aq stuju sm slh satu prtnyaan diatas
gimna dgn bayi kembar?
thanx banget ya,,menambah wawasan untuk diskusi ttg pro life ato aborsi
uh cama semua ya kaya dibuku wildan yatim!!!!
Bagaimana dengan istilah kedok tentang hamil batu dan hamil air????
makacih yach
boleh……boleh juga……………..
matur suksma buanget………………
### ma sama, hehe
Ao mas,,,, heu heu ktmu age Di sini. ku agE buka tgas. eh trnYt masuk ke mas. Thnks yua….. berkat ini aku terbantu….
###, oi, sama2
Maaf mo tanya, kapan sebaiknya ibu hamil mulai mengkonsumsi susu ibu hamil, dana bagai mana membuat janin sehat tumbuh sempurna..terima kasih.
gak lengkap. . . .. . . . . .
Alhamdulillah.. akhirnya ketemu jg artikel pembentukan janin yg lengkap seperti ini. Kebetulan saya mau ujian dengan Profesor.. Jazakallah akhi.. Klo sempat, buka site saya jg ya.. Insya Allah bermanfaat (www.nuraurora.co.nr)
_Al Azhar University Cairo_
### insyaAllah ukhty ana coba buka ya. slam kenal
iiiiiiiiiiiiiiiiiiii kasihan ya ibu kita
sekali klik langsung dpt bahan.
thanks ya mas iqbal,,,,,,,,,,
mohon di kembangkan lg ya………biar lebih lengkap, luk bs gmbrnya lbh detile lg,plus tiap gambar sXan di beri keterangan.
okey………………….
kapan ya aku bisa bikin blog selengkap ini
mas ganteng makasih ya!!!!
kalau saya mau cari gambar2 perkembangan embriologi manusia harus ke alamat mana yah?
spesifiknya sih gambar perkembangan embriologi wajah dan rongga mulut manusia..
makasi sebelumnya..
saya sedang hamil 2 bulan kira2,saya sangat bersyukur diberi kepercayaan oleh TUHAN,mudah mudahan bayi saya dan saya selamat.AMIEN…..apakah susu hamil benar2 diperlukan dalam masa kehamilan?
makaci ya makalahnya berguna bgt loh,,,,
subhanallah sekali..
thanks artikel nya
mas tolong ditambahkan, bagaimana tip-tip atau ilmu hasil penelitian medis bagaimana cara atau kiat -kiat kalo kita ingin punya anak alaki-laki. kalo ada doanya mohon dilampirkan juga!terima kasih!
mkacih y0w..
artikelx jooozZT bged..
waa, penjelasan yang lengkap
thanks
[...] Kembar siam adalah keadaan anak kembar yang tubuh keduanya bersatu. Hal ini terjadi apabila zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna. Kemunculan kasus kembar siam diperkirakan [...]
bagaimana proses pembentukan tulang pada organogenesis???
lebih paham lagi kalo ada gambarnya,kan bisa skalian lihat gambar sambil membaca keterangannya
Tq.
Tugas skulku selese d!
@ hani, tunggu postingan nerikutnya ya
@ saputra, loh kan di atas dah ada gambarnya…..
@ sya, sama2
makasih atas infonya. Dan tolong tampilkan gambar janin mulai dari bulan pertama hingga bulan terakhir beserta penjelasannya
Makacih … ych, dah ngasih info nya, berkat situs ini saya dapat mengerjakan tugas dari guru yang sangat Bengggeeessssss ( D )
Informasinya mantaps… thank ya.
assalamualaikum wr wb ….!
makasi atas informasi yang baik ini !
situs ini sangt menarik tapi saya ingin situs tentang perkembangan janin sampai melahirkan menggunakan tulisan b.inggris yach..khan biar bertambah pengtahuannya dlm berbhsa inggris….
assalamu’alaikum wr.wb.
mohon izinnya, saya mengkopi tulisan akhi, untuk pembuatan makalah emriologi
terima kasih
wassalamualaikum wr.wb
met pagi..
maaf sebelumnya saya minta izin untuk mengcopi tulisan diatas.
makasih
bagus… Hmmm,kpn ya gambar janin& penjelasannya sampe usia 40 minggu? Penasaran dngn calon bebi sy.Thx
asw..trims akhi..tulisannya sng beermanfaat, kebetulan sy seorang bidan yg jg merangkap profesi ngajar…ditunggu posting lainnya yah…salam…:)
hallo, ijinkn sya copy tulisan ini yahh…
thanks,,,
Sblum’e thanz cz taw ttng pnting y hal itu and mnbah pngetahuan
mau nanya nih…apakah orang yang sudah hamil 2 minggu terus melakukan hubungan badan dan sang pria menyemprotkan sperma ke rahim wanita apakah sperma itu masih ikut serta menyempurnakan janin?? mohon jawabannya trims…
mau nanya nih..apakah ibu hamil 2 minggu terus melakukan hubungan badan terus sang pria menyemprotkan sperma ke rahim sang ibu…apakah sperma itu ikut serta menyempurnakan janin ibu tersebut??? mohon di jawab .thank’s.
wah.. bagus sekali pembahasannya sagt membantu tgs saya dlm melelengkapi makalah biologi reproduksi kmi… thanks ya
kalu kematian sel secara bersama untuk pembentukan jari jari dan sbg-nya itu disebut apa ea ??? terimakasih..
hemm muanteb bener rek,membantu banget buat referensi kuliah Sistem Perkembangan Hewan III, syukron ya mas..!
kalo cara hml
tulisannya bagus baget… sya ada pertanyaan ni.. faktor apakah yang paling berpangaruh dalam pembentukan janini???
bgus bget ka’ali yang ckep………….
membantu q ngerjaen laporan q…………
AsSlmkum…….Wr.wB.
subhanaalah,mksih yUa ka taz ilmu yg kk brkan,brkat informasi nE,tgazku jdi tbantu.
Smga pa yg kk smpein bsa brmanfaat wat orla.
jazakilah ya..
berkat situs ini makalahku BERES!!!!
assalamu’alaikum wr.wb.
Sukran
alhamdulillah berkat informasi ini saya terbantu sekali dalam pengerjaan tugas saya
wah bgus bgt infonya.. sangat membantu..
thanks ya..
wooowwww mnarik tuk di baca…nambah2 ilmu…juga bantu aq ma teman2 ngerjain makalah,,hufttt teruskan perjuangan mu,,,
horassss
hmmmm …
makasih banget dh jwab semua pertaxaan .
tpi ada stu yg blum kejawab .
yaitu ..
bgaimna penentuan kelamin pda janin ??
mhon jwabanx ^_^
makasih ya infonya..
materinya au ambil buat persentasi bs..
maksh.. ^^
[...] Pembentukan Janin « I q b a l A l i . c o m [...]
[...] Pembentukan Janin February 2008 80 comments 3 [...]
Kondisi kandungannya saya berusia 3-4 minggu, waktu di usg dokter mengatakan hanya baru berbentuk kantong dan belum terlihat embrio. Apakah itu normaL? Usia kandungan brp lama saya baru dpt melihat jelas embrio pada saat di usg?
Disertai gambar-gambarnya dong,
belum puas saya,
aw suka situs ini . bisa menambah pengetahuan belajar siswa
anonim, thanks…
inur. hehehe, diusahakan deh, btw makasih berkunjung… (mohn maaf kalau g puas, krn saya bukan pemuas, kekekeke)
ibu dini. normalnya usg kan 3-4 bulan, bukan 3-4 minggu. usia 3 minggu embrio sudah terbentuk, tapi masih sangat kecil shngga usg belum mampu menangkap gambarnya, kira2 gitu ibu…
selamat jadi ibu yaa.. hehehe
ddd. sama2…
karies. penentuan kelamin pada janin, paling akurat lewat usg tapi itupun belum 100%. cara lain bisa dengan ciri2/gejala yg ditunjukkan oleh ibu, ada yg bilang janin laki2 bawaannya ibu suka makan n jadi males beraktifitas, hehehe
makasih atas uraian materinya, boleh ngga sy minta tlg. bisa ngga pesan literatur yg anda gunakan, untuk bahan ajar. Makasih sebelumnya.
bro ajir. disitu sudah saya cantumkan daftar pustakanya, silahkan langsung di cari aja buku2 tsb.
terima kasih..
berkat situs ini saya terbantu dalam menyelesaikan makalah..
sama2… terimaksih juga sudah mampir koment