Beranda > Biologi > Mikrobiologi (pendahuluan)

Mikrobiologi (pendahuluan)

images2.jpg Mikrobiologi merupakan cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari jasad-jasad renik. Mikrobiologi berasal dari bahasa yunani (micros: kecil, bios: hidup, dan logos: pengetahuan) sehingga secara singkat dapat diartikan bahwa mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk-makhluk hidup yang kecil-kecil. Makhluk-makhluk hidup yang kecil-kecil tersebut disebut juga dengan mikroorganisma, mikrobia,mikroba, jasad renik atau protista.

Beberapa aspek yang dibahas dalam mikrobiologi, anatara lain mengkaji tentang

  1. karakteristik sel hidup dan bagaimana mereka melakukan kegiatan

  2. karakteristik mikroorganisme, suatu kelompok organisme penting yang mampu hidup bebas, khususnya bakteri.

  3. keanekaragaman dan evolusi, membahas perihal bagaimana dan mengapa muncul macam-macam mikroorganisme.

  4. keberadaan mikroorganisme pada tubuh manusia, hewan dan tumbuhan.

  5. peranan mikrobiologi sebagai dasar ilmu pengetahuan biologi

  6. bagaimana memahami karakteristik mikroorganisme dapat membantu dalam memahami proses-proses biologi organisme yang lebih besar termasuk manusia.

Mikroorganisma tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan biotic maupun lingkungan abiotik dari suatu ekosistem karena berperan sebagai pengurai. Oleh karena itu organisme yang hidup di dalam tanah berperan aktif dalam proses-proses pembusukan, humifikasi dan mineralisasi. Ada juga mikroorganisme tertentu yang dapat mengikat zat lemas (N) dari udara bebas sehungga dapat menyuburkan tanah.

Dalam sejarah kehidupan, mikroorganisme telah banyak sekali memberikan peran sebagai bukti keberadaannya. Mulai dari pembentukan minyak bumi di dasar-dasar samudra sampai proses pembuatan tempe, semuanya merupakan ‘pekerjaan’ mikroorganisme. Bukan Cuma itu, sekarang mikroorganisme telah digunakan dalam pembuatan antibiotika, berbagai bahan makanan, sampai pada teknik rekayasa genetika modern. Begitu banyak dan dominannya peranan mikroorganisme dalam kehidupan ini menjadi salah satu unsur dalam cakupan mikrobiologi.

Dengan semakin majunya teknologi mikroskop, semakin mendukung perkembangan mikrobiologi, sehingga pembahasan tentang ilmu ini semakin luas dan mendalam. Bahkan mikrobiologi telah dibagi menjadi beberapa cabang, seperti mikrobiologi pertanian, mikrobiologi kedokteran/medis, mikrobiologi lingkungan dan lain-lain. Pembagian ini bertujuan untuk mengakomodir perkembangan nikrobiologi yang pesat dan besarnya peranan serta mungkin dampak dari mikroorganime di dalam kehidupan.

Mikrobiologi dalam kehidupan telah diterapkan di banyak sekali sektor kehidupan, yang paling mashur adalah di bidang pangan; pembuatan tempe, bir, tape, keju dan lain-lain, di bidang kedokteran; telah banyak dihasilkan berbagai jenis serum dan antibiotika dari mikrobia, di bidang lingkungan mikroba telah menjadi bahasan penting, dan banyak lagi di bidang-bidang lainnya.

Cakupan mikrobiologi dalam kehidupan sangatlah luas, dikarenakan hampir semua sektor kehidupan melibatkan mikrobia di dalamnya, seperti yang telah dijelaskan di atas.

semoga ini memjadi awalan untuk artikle-artikel tentang mikrobiologi, kami juga menharapkan bantuan dan koreksi jika saja disini terdapat banyak konsep-konsep yang kurang tepat atau tambhannya jika kurang lengkap!

Categories: Biologi Tag:,
  1. Lia tauruz
    Januari 20, 2010 pukul 12:50 pm | #1

    Ass.wr.wb..saya mau tanya tolog jelasin ciri-ciri bakteri dalam kehidupan sehari hari

    IqbalAli :

    walaikum salam, bakteri ya?

    bakteri itu termamsuk jazad renik/mikroorganisme/bersel satu
    ada yang hidup secara soliter dan juga berkoloni, beberapa menyebabkan enyakit pada manusia, beberapa yang lain bermanfaat untuk kehidupan manusia, sangat kecil sehingga kalau mau liat harus pake alat yaitu mikroskop

  2. ajeng
    Januari 7, 2010 pukul 12:33 pm | #2

    pauk…

    IqbalAli :

    ?

  3. Dewi
    Januari 7, 2010 pukul 7:55 am | #3

    Sneng bgd bca artikelnya, jdi nambah pngetahuan,

    Mudh2n dhitung sbg amal ibadah y,

    IqbalAli :

    amiiiin, maksih ya dewi dah berkunjung ;)

  4. winda sari
    Desember 23, 2009 pukul 10:22 am | #4

    lagi pening ni…….???????????? nyarik tugas biologi……..???????

    IqbalAli :

    ahaa, anda datang ke tempat yang tepat, hihihi

  5. lia
    Desember 20, 2009 pukul 1:06 pm | #5

    askum,,,bsa mnta teori tentang langkah2 pemeriksaan lab.mikrobiologi ga???tlong donk,,,

  6. IqbalAli
    Oktober 8, 2009 pukul 6:42 am | #6

    wah makasih ya eva, pengunjung yang kayak gini ini yang a suka banget…….
    insyaAllah comment mu sangat bermanfaat. :D

  7. eva-Biologi ITS
    Oktober 8, 2009 pukul 2:51 am | #7

    Saya cm mw nambahin konsep yang sudah dijabarkan diatas semoga bisa bermanfaat untuk semuanya dan terima kasih bisa bertukar ilmu.

    Pembiakan dan Pertumbuhan Mikroorganisme

    Pada bahasan berikut ini dititikberatkan pada metode/prosedur untuk menumbuhkan (membiakan) mikroorganisme di laboratorium. Terdapat beberapa mikroorganisme memerlukan keadaan yang sangat khusus, misalnya tidak ada O2 sama sekali (kondisi an aerob), sedikit O2 (microaerofilik), mutlak ada O2 (aerob), ada/tidak ada O2 (fakultatif). Selain itu, biasanya mikroorganisme di alam masih terdapat dalam bentuk campuran, dengan kata lain terdiri dari beberapa jenis mikroorganisme atau belum murni. Oleh karena itu, di dalam penelaahan terhadap suatu mikroorganisme, selain ditumbuhkan juga perlu dilakukan isolasi. Berikut ini akan dibahas tentang beberapa teknik isolasi mikroba dan pertumbuhan/pembiakannya.

    A. Isolasi Mikroba
    Beratus-ratus spesies mikroba dapat menghuni berbagai macam bagian tubuh kita, misal: mulut, saluran pencernaan, kulit, dll. Sekali bersin dapat menyebarkan beribu-ribu mikroorganisme. Satu gram kotoran manusia/hewan dapat mengandung jutaan bakteri. Udara, air, tanah, juga dihuni oleh sekumpulan mikroorganisme.

    Populasi mikroorganisme tersebut pada umumnya terdapat dalam populasi campuran. Amat jarang mikroorganisme tersebut dijumpai sebagai satu spesies tunggal. Di sisi lain, untuk mencirikan dan mengidentifikasikan suatu spesies mikroorganisme tertentu, yang pertama harus dilakukan adalah memisahkannya dari organisme lain, hingga diperoleh biakan murni. Biakan murni adalah biakan yang sel-selnya berasal dari pembelahan satu sel tunggal.

    Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis, misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Teknik tersebut dikenal dengan Isolasai Mikroba. Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba, yaitu: 1) isolasi pada agar cawan, 2) isolasi pada medium cair, dan 3) Isolasi sel tunggal

    1) Isolasi pada agar cawan
    Prinsip pada metode isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan, yaitu: Metode gores kuadran, dan metode agar cawan tuang
    Metode gores kuadran. Bila metode ini dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme, dimana setiap koloni berasal dari satu sel.

    Metode agar tuang. Berbeda dengan metode gores kuadran, cawan tuang menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan (50oC), yang kemudian dicawankan. Pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas permukaan/di dalam cawan.

    2) Isolasi pada medium cair
    Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan (medium padat), tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair. Metode ini juga perlu dilakukan pengenceran dengan beberapa serial pengenceran. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar.

    3) Isolasi sel tunggal
    Metode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang tidak dapat diisolasi dengan metode agar cawan/medium cair. Sel mikroorganisme dilihat dengan menggunakan perbesaran sekitar 100 kali. Kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator, yang dilakukan secara aseptis.

    B. Isolasi Mikroba
    Setelah diperoleh biakan murni (koloni yang berasal dari sel tunggal), mikroorganisme tersebut siap dilakukan telaah dan identifikasi, dan kemudian ditumbuhkan sesuai tujuan.

    Pertumbuhan pada mikroorganisme diartikan sebagai penambahan jumlah atau total massa sel yang melebihi inokulum asalnya. Telah dijelaskan pada bahasan sebelumnya, bahwa sistem reproduksi bakteri adalah dengan cara pembelahan biner melintang, satu sel membelah diri menjadi 2 sel anakan yang identik dan terpisah. Selang waktu yang dibutuhkan bagi sel untuk membelah diri menjadi dua kali lipat disebut sebagai waktu generasi. Waktu generasi pada setiap bakteri tidak sama, ada yang hanya memerlukan 20 menit bahkan ada yang memerlukan sampai berjam-jam atau berhari-hari.

    Bila bakteri diinokulasikan ke dalam medium baru, pembiakan tidak segera terjadi tetapi ada periode penyesuaian pada lingkungan yang dikenal dengan pertumbuhan. Kemudian akan memperbanyak diri (replikasi) dengan laju yang konstan, sehingga akan diperoleh kurva pertumbuhan. Pada kurva pertumbuhan dikenal beberapa fase pertumbuhan, yaitu:

    1) fase lamban/lag phase/fase adaptasi
    2) fase cepat/fase log/eksponensial
    3) fase statis
    4) fase kematian

    Fase lamban
    Fase lamban merupakan periode awal dan merupakan fase penyesuaian diri (adaptasi), sehingga tidak ada pertambahan jumlah sel bahkan kadang-kadang jumlah sel menurun.

    Fase cepat
    Fase cepat merupakan periode pembiakan yang cepat. Pada periode ini dapat teramati ciri-ciri sel yang aktif. Waktu generasi pada setiap bakteri dapat ditentukan pada fase cepat ini. Pada fase tersebut dapat terlihat beberapa sel mulai membelah, yang lainnya setengah membelah, dan yang lainnya lagi selesai membelah.

    Fase statis
    Pada fase statis pembiakan mulai berkurang dan beberapa sel mati. Apabila laju pembiakan sama dengan laju kematian, maka secara keseluruhan jumlah sel tetap konstan. Hal ini dapat disebabkan karena berkurangnya nutrien ataupun terbentuknya produk metabolisme yang cenderung menumpuk mungkin menjadi racun bagi bakteri yang bersangkutan.

    Fase kematian
    Fase kematian merupakan fase dimana proses pembiakan telah berhenti. Sel-selnya sudah mati, yang kemudian akan diikuti dengan proses lisis. Apabila laju kematian melampaui laju pembiakan, maka jumlah sel sebenarnya menurun.
    Sumber buku Mikrobiologi Karya Inggit Winarni

  8. Oktober 6, 2009 pukul 1:36 pm | #8

    capek nyari2 lo

  9. Oktober 6, 2009 pukul 1:35 pm | #9

    wow..capeknya gua nyari biologi…akhrnya dpt juga………

  10. Oktober 6, 2009 pukul 11:57 am | #10

    ass Wr Wb

    GW taruna STP pengen cari literatur
    satndart ALT produk rajungan kaleng bahan baku n produk ahir berapa sih, cari literur nie, klo bisa sama salmonella, vibrio, e,coly deh. ama sni 01-2332-2006 n penunjangnya

  11. OM ANDRE
    September 29, 2009 pukul 3:36 am | #11

    suwun yo bro..

  12. nurrul
    September 4, 2009 pukul 10:20 am | #12

    makasii bgdh ya artikel nya

    ada tugas kuliyah . . .

  13. zundi
    Agustus 28, 2009 pukul 10:08 am | #13

    ada penjelasan tentang mikroba yang di perairan gak?? ato gak tau onformasi tentang mikroba lain selain bakteri, virus, protozoa atau mikrobiologi lain selain jenis itu???

  14. loe2
    Juli 22, 2009 pukul 12:30 pm | #14

    ass…
    tolong kirim nama2 cabang biologi dong…
    klo bsa scepatnya…
    please,help me…

    thank’s

  15. sulton
    Juli 12, 2009 pukul 4:01 pm | #15

    lagi SP mikrobiologi, tolong donk

  16. Darkiaz
    Mei 30, 2009 pukul 4:06 am | #16

    mas….um tu apa yak..??

    ### UM, Universitar negeri Malang (dulunya IKIP Malang)

  17. Anonymous
    Maret 30, 2009 pukul 5:31 am | #17

    makasi ya……………..!!!!!!!!!

  18. Dzakia
    Maret 9, 2009 pukul 7:14 am | #18

    Jazakallah atas artikenlnya insyaallah bermanfaat….

  19. Februari 23, 2009 pukul 7:11 am | #19

    mas iqbal, aq anak fakultas peternakan UNDIP Semarang angkatan 2008…aku masuk semester 2 sekarang dan baru dapat mata kuliah tentang ilmu mikrobiologi, karena aku masih belum banyak tahu, aq maw tanya… biasanya penerapan ilmu mikrobiologi di bidang peternakan itu seperti apa y mas?? makasih…

  20. Februari 12, 2009 pukul 6:27 am | #20

    aku minta kajian nya yang bagus dan bisadipahami

  21. thya chute
    Januari 25, 2009 pukul 8:15 am | #21

    bahas tentang bakteri dong,,,
    soalnya aq pengen tw lebih jelas tentang bakteri,,,

    sukses yach buat kamu,,,
    (^_^)……


    ### loh kan dah ada pembhansan tentang bakteri, emang sih masih sikit…. di tunggu aja…, hehe

  22. Januari 3, 2009 pukul 10:53 am | #22

    wah biologi UM???
    aku kimia UM mas… hehehe, ini cari wacana buat UAS besok.. lah bu sitoresmi (kenal???) nggak ngasi buku pegangan… jadi terlunta-lunta cari modul nih… hiks hiks… babnya mikrobiologi buat besok,, tapi sampe skarang blum dapet buku pegangan yang tepattt…..

  23. Biologi is my life..
    November 10, 2008 pukul 1:37 pm | #23

    I love biologi um.. I love pak duran..

  24. November 5, 2008 pukul 7:58 am | #24

    i love you

  25. November 5, 2008 pukul 7:57 am | #25

    i love science forever

  26. iqbal
    Oktober 18, 2008 pukul 12:17 pm | #26

    I LOVE BIOLOGY SO MUCH

  27. andri
    Oktober 16, 2008 pukul 4:18 pm | #27

    I LOVE BIOLOGI

  28. Oktober 12, 2008 pukul 12:21 pm | #28

    assalam…wr..wb…
    Iqbalali thanks bangat infox….

    ### www, sama- sama

  29. September 27, 2008 pukul 3:49 am | #29

    bagus.. semoga sukses selalu…..key

  30. September 27, 2008 pukul 3:44 am | #30

    semoga sukses selalu…..key btw ada ga’ penjelasan tentang kehidupan dan peranan mikroorganisme pada tanah dan air..?

  31. inda
    September 14, 2008 pukul 2:22 pm | #31

    kasih info ttg buku2 yang berbau mikrobiologi yach

  32. September 13, 2008 pukul 7:39 am | #32

    Ass. Iqbal,
    saya mau bertanya, bagaimana kalo kurva pertumbuahan bakteri tidak teratur atau tidak sesuai dengan kurva yg sebenarnya


    ### waalaikum salam, kurva pertumbuhan bakteri itukan jika berada dalam kondisi terkontrol sehingga dapat menimbulkan kurva yang demikian. jadi kalau hasil pengamatan kita kita berbeda dengan kurva berarti dimungkinkan ada salah satu atau salah banyak faktor yang berpengaruhi pertumbuhan bakteri yang tidak terkontrol, misal saja, suhu, kelembapan atau adanya kapang atao bakteri lain yang mennganggu pertumbuhan biakan bakteri sampean, kira2 begitu,

  33. Juli 26, 2008 pukul 6:27 am | #33

    syukron katsir ya artikelnya…

    [^_^]

  34. syarifin firdaus
    Februari 27, 2008 pukul 9:50 pm | #34

    Ass Wr Wb.
    Hi…saya cuman komentar “saya senang sekali ada mahasiswa biologi UM yg bangga dan mau mengembangkan akademik dan almamaternya” terus maju and vivo biologi UM. do U want to know further about me…U can ask to Prof. Corebima.
    Wass wr wb.

    #www, wah pasti mas mantan pembesar ruang 310, saya snang skali, insayallah kalo ada kesemptn saya usut ke p duran, boleh tau, sekarang kesibukan di mana mas?

  1. Belum ada trackback.