Beranda > Biologi > Sedikit tentang Antibodi

Sedikit tentang Antibodi

suntik.jpgDalam tubuh kita sering kemasukan benda-benda asing yang kadang merugikan kesehatan tubuh, oleh sebab itulah dibutuhkan antibodi yang dapat menanggulangi efek buruk benda-benda asing tersebut. pembentukan antibodi sendiri di dalam tubuh tergolong unik. berikut sedikit penjelasantentang pembentukan antibodi di dalam tubuh dengan tinjauan genetik.

Pengkodean informasi genetic untuk rantai antibody tersimpan dalam tempat yang kecil (bits and pieces). Dan tempat kecil itu diambil bersama dalam urutan potongan yang tepat dengan penataan kembali genom yang terjadi selama pembentukan sel yang memproduksi antibody (disebut limphosit B). Setiap limphosit B hanya memproduksi hanya satu tipe dari antibody. Yaitu, kesemua anti bodi yang diproduksi dengan cara memberikan limphosit B yang memiliki anti gen yang semuanya memiliki ikatan yang spesifik.

Setiap rantai antibody disinteses menggunakan informasi yang tersimpan di beberapa “gen” dari segmen gen.(beberapa ahli genetika menyebut DNA sequen ini sebagai “gen”, dan pendapat aygn lain menyebut “segmen gen”. kita akan menyebut segmen gen dalam diskusi ini). Catatan tentang konsep klasik satu gen satu polipeptida, tidak memadai, akhirnya dalam bentukan sederhana ini akan dijelaskan hubungan antibody (gen).

Rantai cahaya kappa

Sintesis dari rantai cahaya kappa dikontrol oleh 3 segmen gen yang berbeda, (1) sebuah segmen V , mengkode untuk ujung N 95 asam amino dari daeran variable. (2) segmen gen J , (joining gen) mengkode yang terakhir, 13 asam amino dari daerah variable. Dan (3) segmen gen C , mengkode daerah stabil ujung C. keempat segmen, L mengkode terminal N urutan utama hidrophobik 17-20 asam amino. Yang mana sangat penting untuk transport dari rantai antibody yang menembus membrane sel, urutan-urutan yang penting membelah dari rantai menembus keluar dari membrane, dan itu bukan merupakan hasil akhir dari antibody.

Penataan kembali rantai kappa dalam benih garis sel (faktanya tidak semua sel membentuk anti bodi). Di tikus dan manusia kesemua segmen gen rantai kappa dilokasi kromoson yang sama (kromosom 2 manusia). Persamaannya adalah nyata untuk urutan gen lambda, dan rantai besar segmen gen mempunyai banyak nomor yang memungkinkan sekitar 300 dari V segmen gen, kesemuanya dekat dengan L segmen gen. dalam pegangan lain hanya segmen gen C , lima segmen gen J dilokasi antara segmen V dan segmen gen C .

Heavy Chains

Mengkode informasi genetik pada heavy chains antibodi mengatur LH-VH, JH, dan segmen gen CH­­­­­­ yang dianalogkan seperti Kappa light chains, tetapi satu segmen gen tambahan disebut D untuk perbedaannya, pengkodean itu untuk 2-13 asam amino pada daerah variabel. Heavy Chain pada daerah variabel yaitu menyandikan tiga segmen gen yang tadinya terpisah untuk bergabung selama perkembangan limfosit B. tambahannya, satu segmen yang menjadi empat segmen gen C untuk tiap kelas Ig.

Pada tikus, jumlah total segmen gen CH adalah delapan, semuanya berfungsi, susunan kromosom tersebut pada sequence yaitu CH, CH­, GH3, CH1, CH2b, CH2a, CH, GH, (gambar 16.5a). CH, CH­, CH, dan CH untuk mengkode heavy chain yang tetap pada daerah yang berturu-turut yaitu IgM, IgD, IgE, dan IgA. Empat segment gen GH3, CH1, CH2b, dan CH2a, mengkode untuk daerah IgG pada heavy chain yang tetap.

Pada manusia, mungkin terdapat 9 atau 10 segmen gen fungsional yaitu CH, CH­, CH1, CH2, CH3, CH4, CH1, CH2, CH1, dan CH2. Pada gen Cluster CH juga berisi 2 gen yang tidak fungsional, biasanya disebut Pseudogenes, yang strukturnya sama, Pseudogenes merupakan duplikat sebagian dari struktur gen yang terdapat sedikit perubahan sehingga biologicall tidak aktif dan biasanya tidak ditranskrip lagi. Pseudogenes biasanya pada eukariot.

Sel hewan pada tikus, kurang lebih terdapat 300 LH-VH segmen gen, sama halnya seperti 10-50 D segmen gen, empat segmen gen JH dan delapan segmen gen CH, yang tersusun dalam kromosom pada perintah terdahulu (gambar 16.5a). selama perkembangan limfosit B dari sebuah sel batang, gabungan somatik dari satu segmen gen LH-VH dengan satu gen D dan satu segmen gen JH, menghilangkan 2 sequence DNA penghalang, dari satu sequence DNA yang berkelanjutan (VHDJH) dengan mengkode heavy chain pada daerah variabel (gambar 16.5a dan b)

Kelas Switching

Pada waktu mensintesis antibodi mulai berkembang pada limfosit B, semua segmen gen CH menggambarkan secara lengkap, yaitu terpisahnya dari bentuk awal segmen gen LH­-VHDJH menjadi sequence pendek yang tidak dikode. Pada bagian ini, semua sintesis antibodi mempunyai IgD heavy chain (CH produk gen). jika sebuah antigen dikenal sebagai antibodi pada perkembangan limfosit B maka sel itu akan menstimulus dan membedakan ke dalam limfosit B yang matang. Selama mengadakan perbedaan beberapa limfosit B akan berpilih dari hasil antibodi pada kelas IgM yang akan menghasilkan antibodi dari kelas-kelas lainnya. Periatiwa ini disebut class switching, yang meliputi penyusunan kembali genome selama segmen gen CH tertutup sebelum bergabung dengan segmen gen LH-VH-DJH yang terhapus. Pada kelas antibodi menghasilkan kelas switching yang menentukan dimana gen dekatnya dengan segmen gen LH-VHDJH.

(artikel ini merujuk pada artikel andi laksono biologi fmipa um)

Categories: Biologi Tag:,
  1. aulia
    Juni 2, 2009 pukul 10:53 am | #1

    bisa dijelasin lebih mendetail gag gmana pembentukan antibodiny??

    trus my biology teacher said if each antibody is formed diferently depends on the disease. mang betul??

  2. icha
    Maret 11, 2009 pukul 2:18 am | #2

    kak….

    mana limfosit T nya?/

  1. Belum ada trackback.