Beranda > Biologi > HEWAN MAKROBENTOS DAN DIATOM PERRIFITON

HEWAN MAKROBENTOS DAN DIATOM PERRIFITON

bentos.jpgAir memiliki peranan penting bagi kelangsungan hidup organisme. Peranan penting itu antara lain sebagai medium pertumbuhan dan pergerakan organisme, serta sebagai pembawa nutrien bagi produsen pada ekosistem akuatik. Salah satu sumber air yang penting bagi organisme adalah sungai yang dikenal juga sebagai perairan lotik. Sungai merupakan salah satu ekosistem akuatik yang mengalir dari dataran tinggi menuju dataran rendah. Arus merupakan ciri khas ekosistem lotik ini dan penentu faktor lingkungan fisika dan kimia serta komposisi substrat dasar sungai.

Ekosistem sungai sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia di daerah aliran sungai (DAS). Aktivitas manusia di Daerah Aliran Sungai sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan air sungai di daerah pemukiman, industri, dan irigasi pertanian. Dengan demikian secara langsung atau tidak, sampah atau limbah pemukiman, industri, dan pertanian masuk ke dalam sungai. Sampah atau limbah tersebut mengakibatkan menurunnya kualitas air dan berubahnya komposisi substrat dasar sungai menyebabkan organisme yang hidup di dalamnya yakni hewan makrobentos terganggu.

Hewan makrobentos memegang peranan penting dalam eosistem perairan dan menduduki beberapa tingkatan trofik pada rantai makanan. Peranan penting tersebut karena mampu mengubah materi-materi authokton dan alokhton, sehingga memudahkan mikroba-mikroba menguraikan materi organik menjadi anorganik yang merupakan nutrien bagi produsen perairan.

Hewan makrobentos adalah golongan invertebrata akuatik yang sebagian besar atau seluruh hidupnya berada di dasar perairan, sesil, atau merayap dengan ukuran lebih besar dari 1 mm. Pada umumnya hewan makrobentos ini berupa larva insekta, Mollusca, Oligochaeta, Crustacea-Amphipoda, Isopoda, Decapoda, dan Nematoda.

Perrifiton adalh hewan maupun tumbuhan yang hidup di bawah permukaan air, sedikit bergerak atau melekat pada batu-batu, ranting, tanah atau substrat lainnya. Perrifiton dari kelompok hewan pada umumnya protozoa dan Rotifera, sedang yang dari kelompok tumbuhan sebagian besar terdiri dari mikroalga.

Diatom merupakan mikroflora utama di lingkungan perairan, karena kelimpahannya yang tinggi dan dapat ditemukan pada beragam habitat. Dominasi diatom sebagai penyusun perrifiton disebabkan karena diatom mempunyai kemampuan melekat pada permukaan substrat lebih baik dari pada mikroalga lainnya, hal ini karena diatom memiliki material berupa lendir atau dibantu suatu organel berupa kitin.

Hewan makrobentos lebih tepat digunakan sebagai indikator pencemaran organik di suatu perairan, karena pencemaran organik memberikan pengaruh spesifik terhadap masing-masing spesies hewan makrobentos itu. Misalnya saja Diatom perrifiton yang banyak hidup melekat di dasar perairan. Diatom perrifiton sangat penting dalam ekosistem perairan karena merupakan produsen dalam rantai makanan yakni sebagai penghasil bahan organik dan oksigen.

BOD dan COD merupakan dua parameter yang dapat menggambarkan tingkat pencemaran di dalam suatu perairan. Sebagai petunjuk adanya pencemaran organik di dalam perairan, penentuan BOD sangat berguna dan sensitif, namun kadang kala juga dapat meragukan bila di dalamnya sangat banyak masukan sampah rumah tangga dan sampah pasar. Karena sifatnya tersebut, maka perlu dilakukan penentuan lain yakni menggunakan perrifiton sebagai bioindikator.

Pada sungai yang tercemar oleh buangan organik, pada umumnya hewan makrobentos dan Diatom perrifiton akan mengalami perubahan komposisi. Perubahan ini disebabkan oleh tereduksinya hewan golongan tersebut. Dengan demikian, maka pencemaran organik tersebut akan menyebabkan perubahan distribusi longitudinal fauna hewan makrobentos dan mikroflora Diatom perrifiton tersebut.

Hewan makrobentos dan Diatom perrifiton merupakan indikator biologi yang baik untuk mengetahui tingkat pencemaran yang terjadi pada suatu perairan. Pertumbuhan dan perkembangbiakan hewan makrobentos dan Diatom perrifiton sangat tergantung pada kualitas dan kuantitas senyawa kimia yang terlarut dalam air.

Pencemaran yang disebabkan oleh senyawa nitrogen memperlihatkan pengaruh khusus terhadap spesies diatom. Konsentrasi amonia yang tinggi di dalam perairan dapat bersifat racun yang dapat membahayakan hewan dan vegetasi akuatik. Karena itu kelompok diatom ini merupakan indikator yang baik untuk pencemaran. Dengan demikian, penentuan status tingkat pencemaran air dapat ditinjau dari pola penyebaran spesies-spesies indikator diatom perrifiton disepanjang aliran sungai.

Artikel kiriman Siska N (Biologi UM)

Categories: Biologi Tag:
  1. Simatupang
    Agustus 30, 2009 pukul 1:09 pm | #1

    Mas iqbal yth,
    Aq Simatupang salah satu mahasiswa semester 7 biologi di salah satu universitas di sumatera utara. Aq sangat membutuhkan penjelasan yg lebih banyak dan rici lagi mengenai diatom itu.
    Apa itu diatom dan kegunaannya baik secara ekonomis, ekologi, maupun kegunaan yang lainnya.
    Serta aq sangat berharap mohon berbagi saran untuk judul penelitian ttg atom tersebut, dan metode2 apa saja yang dapat dilakukan untuk itu.
    Atau klo bisa contoh hasil (ataupun judul2) penelitian ttg atom ini dalam bentuk jurnal.
    Soalnya aq lagi bingung ne menentukan penelitian akhirku.
    tolong kirimin ya mas Thanx.

    Nb : buat kawan2 yang mau berbagi bisa mengirimi ke sutrisno.sianturi@gmail.com

  2. nji
    Januari 23, 2009 pukul 1:52 am | #2

    om… bisa yang lebih lengkap gak? seperti rumusnya gitu… trz tolak ukurnya. kan kalo gak salah seperti menggunakan plakton untuk indikator perairan, di situ kan ada rumusnya…

  3. ririn
    November 13, 2008 pukul 5:04 am | #3

    matur nuwun

  4. Anonymous
    November 11, 2008 pukul 4:52 am | #4

    Ass…
    Ni Novi mhsi S1 UNSRI
    Tlg infony, bs lbh lgkap..
    saya bnr2 btuh ttg istimewany diatom,, khususny genus coscinodiscus

    makasih y,,md2hn bs sling brbagi informasi

  5. Susriyati mahanal
    September 13, 2008 pukul 1:30 pm | #5

    Mas Iqbal tolong sumbernya ditulis. Ada beberapa paragrap yang persis tulisan saya pada tesis PPS IKIP Malang tahun 1998 dan laporan hibah tbersaing Lemlit UM tahun 2007. Saya yakin mas Iqbal tahu bagaimana etika merujuk tulisan orang lain.

    ### masyAllah, mohon maaf ibu, jika tulisan ini kurang berkenan bagi ibu. tulisan ini adalah tulisan kiriman dari teman (bisa dilihat di bagian akhir tulisan ini) say akan tanyakan ke bliaunya. sungguh bukan maksud saya untuk bersikap tidak sopan kpd ibu. sekali lagi saya mohon maaf. mohon selalu saran dan kritiknya serta masukan-masukan dari ibu susri (iqbal)

  6. Juni 23, 2008 pukul 1:06 pm | #6

    Ini coretan iseng atau dari makalah ilmiah, Mas?

    Andaikan makalah ilmiah, mana sumbernya (misal: Anonymous, 2000) dan daftar pustakanya mana?

    Mohon segera diperbaiki.

    Salam Sukses!

  1. Belum ada trackback.