1. Ahmadiyah meyakini Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab sebagai Nabi dan Rosul, serta sebagai imam Mahdi dan Al-Masiihul Al-Mau’uud.
2. Ahmadiyah meyakini Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab mendapat wahyu dari Allah SWT, yang semua wahyu tersebut dihimpun dalam kumpulan wahyu suci yang disbut kitab At-Tadzkirah.
3. Kitab At-tadzkirah berisikan antara lain:
a. Hal 1 : At-Tadzkirah adalah wahyu yang suci.
b. Hal 51 : Nama Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab sempurna, sedangkan nama Allah tidak sempurna.
c. Hal 192 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab mengaku sebagai Al-Masih Ibnu Maryam. (lihat juga : Halaman 496)
d. Hal 195 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab menyatu dengan Allah dan dia menjadi Allah. (lihat juga halaman 696 dan 700)
e. Hal 196 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab sama dengan ketauhidan dan keesaan Allah (lihat juga halaman 381)
f. Hal 197 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab mengaku sebagai pencipta langit dan bumi
g. Hal 369 : At-Tadzkirah adalah wahyu yang diturunkan Allah kepada Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab di Qodiyan-India. (lihat juga halaman 376)
h. Hal 412 : Kedudukan Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab seperti ‘Arsy dan anak Allah. (lihat juga halaman 636)
i. Hal 493 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab dijadikan Rasul.
j. Hal 651 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab adalah nabi seperti Nabi Musa as, yang sebelumnya Allah tidak mengenalnya.
k. Hal 668 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab sama seperti Al-Quran dan akan mendapatkan Al-Furqan.
l. Hal 748 : Selain pengikut Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab adalah kafir yang boleh dibunuh sehebat-hebatnya kapan saja dan dimana saja.
m. Hal 749 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab adalah imam yang diberkahi, dan laknat Allah atas yang mengingkarinya.
4. Kitab Ruhani Khazain yang merupakan kumpulan karangan Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab berisikan antara lain:
a. Juz 3 hal 21 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab menyatakan kesediaan berkorban nyawa dan darah bagi Penjajah Inggris.
b. Juz 3 hal 166 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab mewajibkan berterimakasih kepada penjajah inggris yang diakui sebagai pemerintah yang diberkahi.
c. Juz 8 hal 36 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab mengaku sebagai antek penjajah inggris. (lihat juga juz 15 halaman 155 dan 156)
d. Juz 10 hal 296 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab menyatakan bahwa nabi Isa as seorang pecandu arak/pemabuk.
e. Juz 11 hal 289 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab menyatakan bahwa Nabi Isa as biasa berbuat keji, lancing lidah dan berdusta.
f. Juz 11 hal 290 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab menyatakan bahwa Nabi Isa as tidak mempunyai mukjizat.
g. Juz 11 hal 291 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab menyatakan bahwa Nabi Isa as lahir dari keturunan pezina.
h. Juz 16 hal 26 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab menghapus hokum Jihad. (lihat juga juz 17 hal 443)
i. Juz 17 hal 435 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab mengaku sebagai pembawa syariat.
j. Juz 18 hal 207 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab mengaku sebagai jelmaan Nabi Muhammad SAW dan sebagai Rasul.
k. Juz 19 hal 50 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab mengaku sebagai jelmaan Maryam as, lalu jelmaan Nabi Isa as. (lihat juga juz 22 hal 351)
l. Juz 22 hal 154 : Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab mengaku sebagai Nabi.
Sumber: DPP FPI
Mohon disebarkan dan diperbanyak sebagai partisipasi jihad Antum.


Komentar Terbaru