REKOMBINASI
Rekombinasi Intergenik dan pemetaan Fag Bakteri
Rekombinasi genetik fag bakteri ditemukan pada infeksi campuran yang melibatkan dua strain mutan dibiarkan menginfeksi satu biakan bakteri yang secara simultan, karena melibatkan dua lokus berbeda yang menginfeksi satu biakan bakteri yang sama secara simultan. Maka terjadi rekombinasi intergenik.
Pada E coli T2 (Hersley dan Rotman, 1949). fag induk bergenotif h+r (rentang inang wild type, lisis cepat) dan hr+ (rentang inang lebar, lisis normal). Jumlah fag yang dintroduksi cukup menginfeksi tiap bakteri dengan jumlah lima buah. Setelah sebagian atau seluruh bakteri pecah dan sample turunan fag dari 40.000 bakteri tiap persilangan dibiakkan di cawan petri bercampur E. coli strain B dan B/2. Jika tidak berekombinasi maka kedua genotip induk ini ada pada genotip turunan.
Frekuensi rekombinan yang kecil banyak gen terangkai bersama sebagai satu kelompok, menunjukkan jarak kelompok pautan sama sebesar 30%. dinyatakan bahwa proses penggabungan (kombinasi) bebas (independent assortment) antara kelompok pautan ditandai frekuensi rekombinasi 30% dan bukan 50% sebagaimana diharapkan pada makhluk hidup yang lebih tinggi. Ini mengungkap bahwa tidak ada satu pun melewati frekuensi 30%.
Selain fag T2, percobaan juga dilakukan dengan memanfaatkan infeksi simultan Read more…


Komentar Terbaru