<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>I q b a l A l i . c o m &#187; antibodi</title>
	<atom:link href="http://iqbalali.com/tag/antibodi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://iqbalali.com</link>
	<description>Blog Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 06:52:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='iqbalali.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/cd2201e48846ef47e87bc1147536f942?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>I q b a l A l i . c o m &#187; antibodi</title>
		<link>http://iqbalali.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://iqbalali.com/osd.xml" title="I q b a l A l i . c o m" />
	<atom:link rel='hub' href='http://iqbalali.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sedikit tentang Antibodi</title>
		<link>http://iqbalali.com/2008/03/06/sedikit-tentang-antibodi/</link>
		<comments>http://iqbalali.com/2008/03/06/sedikit-tentang-antibodi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 18:23:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iqbal Ali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biologi]]></category>
		<category><![CDATA[antibodi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mochammadiqbal.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tubuh kita sering kemasukan benda-benda asing yang kadang merugikan kesehatan tubuh, oleh sebab itulah dibutuhkan antibodi yang dapat menanggulangi efek buruk benda-benda asing tersebut. pembentukan antibodi sendiri di dalam tubuh tergolong unik. berikut sedikit penjelasantentang pembentukan antibodi di dalam tubuh dengan tinjauan genetik. Pengkodean informasi genetic untuk rantai antibody tersimpan dalam tempat yang kecil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iqbalali.com&#038;blog=2531393&#038;post=81&#038;subd=mochammadiqbal&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="suntik.jpg" href="http://mochammadiqbal.files.wordpress.com/2008/03/suntik.jpg"><img src="http://mochammadiqbal.files.wordpress.com/2008/03/suntik.thumbnail.jpg?w=540" alt="suntik.jpg" align="left" /></a>Dalam tubuh kita sering kemasukan benda-benda asing yang kadang merugikan kesehatan tubuh, oleh sebab itulah dibutuhkan antibodi yang dapat menanggulangi efek buruk benda-benda asing tersebut. pembentukan antibodi sendiri di dalam tubuh tergolong unik. berikut sedikit penjelasantentang pembentukan antibodi di dalam tubuh dengan tinjauan genetik.<span id="more-81"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pengkodean informasi genetic untuk rantai antibody tersimpan dalam tempat yang kecil (bits and pieces). Dan tempat kecil itu diambil bersama dalam urutan potongan yang tepat dengan penataan kembali genom yang terjadi selama pembentukan sel yang memproduksi antibody (disebut limphosit B). Setiap limphosit B hanya memproduksi hanya satu tipe dari antibody. Yaitu, kesemua anti bodi yang diproduksi dengan cara memberikan limphosit B yang memiliki anti gen yang semuanya memiliki ikatan yang spesifik.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Setiap rantai antibody disinteses menggunakan informasi yang tersimpan di beberapa “gen” dari segmen gen.(beberapa ahli genetika menyebut DNA sequen ini sebagai “gen”, dan pendapat aygn lain menyebut “segmen gen”. kita akan menyebut segmen gen dalam diskusi ini). Catatan tentang konsep klasik satu gen satu polipeptida, tidak memadai, akhirnya dalam bentukan sederhana ini akan dijelaskan hubungan antibody (gen).</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>Rantai cahaya kappa</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong> </strong>Sintesis dari rantai cahaya kappa dikontrol oleh 3 segmen gen yang berbeda, (1) sebuah segmen V  , mengkode untuk ujung N 95 asam amino dari daeran variable. (2) segmen gen J  , (<em>joining gen)</em> mengkode yang terakhir, 13 asam amino dari daerah variable. Dan (3) segmen gen C  , mengkode daerah stabil ujung C. keempat segmen, L  mengkode terminal N urutan utama hidrophobik 17-20 asam amino. Yang mana sangat penting untuk transport dari rantai antibody yang menembus membrane sel, urutan-urutan yang penting membelah dari rantai menembus keluar dari membrane, dan itu bukan merupakan hasil akhir dari antibody.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Penataan kembali rantai kappa dalam benih garis sel (faktanya tidak semua sel membentuk anti bodi). Di tikus dan manusia kesemua segmen gen rantai kappa dilokasi kromoson yang sama (kromosom 2 manusia). Persamaannya adalah nyata untuk urutan gen lambda, dan rantai besar segmen gen mempunyai banyak nomor yang memungkinkan sekitar 300 dari V  segmen gen, kesemuanya dekat dengan L   segmen gen. dalam pegangan lain hanya segmen gen C  , lima segmen gen J  dilokasi antara segmen V  dan segmen gen C  .</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:medium;">Heavy Chains</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Mengkode informasi genetik pada heavy chains antibodi mengatur L<sub>H</sub>-V<sub>H</sub>, J<sub>H</sub>, dan segmen gen C<sub>H­­­</sub>­­<sub>­</sub> yang dianalogkan seperti Kappa light chains, tetapi satu segmen gen tambahan disebut D untuk perbedaannya, pengkodean itu untuk 2-13 asam amino pada daerah variabel. Heavy Chain pada daerah variabel yaitu menyandikan tiga segmen gen yang tadinya terpisah untuk bergabung selama perkembangan limfosit B. tambahannya, satu segmen yang menjadi empat segmen gen C<sub>H­</sub> untuk tiap kelas Ig.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pada tikus, jumlah total segmen gen C<sub>H </sub> adalah delapan, semuanya berfungsi, susunan kromosom tersebut pada sequence yaitu C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>­</sub>, G<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>3</sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>1</sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>2b</sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>2a</sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub>, G<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub>, (gambar 16.5a). C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>­</sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub>, dan C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub> untuk mengkode heavy chain yang tetap pada daerah yang berturu-turut yaitu IgM, IgD, IgE, dan IgA. Empat segment gen G<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>3</sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>1</sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>2b</sub>, dan C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>2a</sub>, mengkode untuk daerah IgG pada heavy chain yang tetap.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pada manusia, mungkin terdapat 9 atau 10 segmen gen fungsional yaitu  C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>­</sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>1</sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>2</sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>3, </sub>C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>4,</sub> C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>1</sub>,<sub> </sub>C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>2</sub>, C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>1, </sub>dan C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub><sub>2</sub>. Pada gen Cluster C<sub>H</sub> juga berisi 2 gen yang tidak fungsional, biasanya disebut <em>Pseudogenes</em>, yang strukturnya sama, Pseudogenes merupakan duplikat sebagian dari struktur gen yang terdapat sedikit perubahan  sehingga biologicall tidak aktif dan biasanya tidak ditranskrip lagi. Pseudogenes biasanya pada eukariot.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Sel hewan pada tikus, kurang lebih terdapat 300 L<sub>H</sub>-V<sub>H</sub> segmen gen, sama halnya seperti 10-50 D segmen gen, empat segmen gen J<sub>H</sub> dan delapan segmen gen C<sub>H</sub>, yang tersusun dalam kromosom pada perintah terdahulu (gambar 16.5a). selama perkembangan limfosit B dari sebuah sel batang, gabungan somatik dari satu segmen gen L<sub>H</sub>-V<sub>H</sub> dengan satu gen D dan satu segmen gen J<sub>H</sub>, menghilangkan 2 sequence DNA penghalang, dari satu sequence DNA yang berkelanjutan (V<sub>H</sub>D<sub>JH</sub>) dengan mengkode heavy chain pada daerah variabel (gambar 16.5a dan b)</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:medium;">Kelas Switching</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pada waktu mensintesis antibodi mulai berkembang pada limfosit B, semua segmen gen C<sub>H</sub> menggambarkan secara lengkap, yaitu terpisahnya dari bentuk awal segmen gen L<sub>H­-</sub>V<sub>H</sub>D<sub>JH</sub> menjadi sequence pendek yang tidak dikode. Pada bagian ini, semua sintesis antibodi mempunyai IgD heavy chain (C<sub>H</sub><sub><span style="font-family:Symbol,serif;"></span></sub> produk gen). jika sebuah antigen dikenal sebagai antibodi pada perkembangan limfosit B maka sel itu akan menstimulus dan membedakan ke dalam limfosit B yang matang. Selama mengadakan perbedaan beberapa limfosit B akan berpilih dari hasil antibodi pada kelas IgM yang akan menghasilkan antibodi dari kelas-kelas lainnya. Periatiwa ini disebut class switching, yang meliputi penyusunan kembali genome selama segmen gen C<sub>H </sub>tertutup sebelum bergabung dengan segmen gen L<sub>H</sub>-V<sub>H</sub>-D<sub>JH</sub> yang terhapus. Pada kelas antibodi menghasilkan kelas switching yang menentukan dimana gen dekatnya dengan segmen gen L<sub>H</sub>-V<sub>H</sub>D<sub>JH.</sub></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="right"><em>(artikel ini merujuk pada artikel andi laksono biologi fmipa um) </em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mochammadiqbal.wordpress.com/81/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mochammadiqbal.wordpress.com/81/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mochammadiqbal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mochammadiqbal.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mochammadiqbal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mochammadiqbal.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mochammadiqbal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mochammadiqbal.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mochammadiqbal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mochammadiqbal.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mochammadiqbal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mochammadiqbal.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mochammadiqbal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mochammadiqbal.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mochammadiqbal.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mochammadiqbal.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=iqbalali.com&#038;blog=2531393&#038;post=81&#038;subd=mochammadiqbal&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://iqbalali.com/2008/03/06/sedikit-tentang-antibodi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a0d5445430a644dde8d1a625295111d6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">IqbalAli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mochammadiqbal.files.wordpress.com/2008/03/suntik.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">suntik.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
