Blog Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang

Posts tagged ‘mikrobiologi’

Diatome

Bacillariophyceae atau diatom terdapat lebih dari 250 marga dan sekitar 100.000 spesies. Diatom merupakan mikroflora utama di lingkungan yamg cukup sinar matahari untuk mempertahankan aktivitas. Diatom selain bersifat kosmopolit juga memiliki laju pertumbuhan yang tinggi. Sebagi misal pada perairan yang subur dan tidak tercemar kepadatan populasinya dapat mencapai 2.000-10.000 sel per liter air. Diatom mempunyai [...]

Sekilas tentang Euglena

Ada pertanyaan, euglena termasuk hewan atau tumbuhan sih? Ya tumbuhan dong, kan punya klorofil dan bisa berfotosintesis. Eit, tapi kan euglena tidak berdinding sel dan bisa bergerak aktif ! berarti kan hewan ?! terserah Anda menganggapnya apa, berikut sedikit ulasan tentang euglena. Bentuk  tubuh euglena bervariasi, antara lain: lonjong (Eutreptia viridis), membulat (Trachelomonas volvocina), tidak [...]

Sedikit tentang Pertumbuhan Sel

Sel diproduksi dengan penggandaan organel-organel di dalamnya kemudian melakukan pembelahan. Pada hewan atau tumbuhan tingkat tinggi, pembelahan sel dibutuhkan untuk menggantikan sel-sel yang telah usang (rusak). Pada sorang manusia dewasa diproduksi berjuta-juta sel tiap detiknya agar kondisinya tetap normal, dan jika semua pembelahan sel tertahan (misalnya oleh radiasi ion yang tinggi), dia akan mati hanya [...]

Kedudukan Mikrobiologi sebagai Ilmu Pengetahuan

Disiplin bidang biologi semakin luas dan berkembang sehingga perlu diadakan pembagian yang lebih khusus lagi agar lebih mudah mempelajari mikroorganisme-mikroorganisme tertentu yang berkaitan dengan orientasinya. Mikroorganisma memegang peranan yang sangat besar dalam tahun-tahun terakhir ini sebagai system model (model system) dalam mempelajari proses-proses dasar biologis. Sebagai pengetahuan berkembang mikrobiologi dapat dibeda-bedakan menjadi beberapa sub disiplin [...]

Buat tempe yuuuuk!

Tempe merupakan salah satu makanan hasil fermentasi yang dilakukan oleh spesies jamur tertentu. Selama proses fermentasi ini terjadi perubahan fisik dan kimiawi pada kedelai sehingga menjadi tempe. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses pembuatan tempe, salah satunya adalah aerasi (Hastuti 2008). Proses pembuatan tempe melibatkan tiga faktor pendukung, yaitu bahan baku yang dipakai (kedelai), mikroorganisme [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 30 pengikut lainnya.