Siput Laut (Nudibranch), Si Cantik yang Pemalu
Pernahkah Anda mendengar istilah siput laut? Saya yakin anda pernah mendengarnya, tapi pernahkan anda melihatnya sendiri atau memegangnya? Nah tulisan berikut setidaknya akan membantu anda untuk tahu sedikit lebih banyak tentang siput laut. Sebagaimana saya singgung dalam tulisan saya sebelumnya tentang pantai kondang merak, Siput laut memang mirip dengan siput yang biasa kita jumpai di daratan tapi tanpa cangkang dan memiliki fariasi warna yang sungguh sangat indah. Ya! Saangaat cantik!
Siput laut sering juga disebut nudibranch. Nudibranch berasal dari bahasa Latin nudus yang berarti telanjang, dan bahasa Yunani brankhia yang berarti insang. Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa, nudibranch memiliki kepala bertentakel, yang sangat sensitif terhadap sentuhan, rasa, dan bau. Rhinophore berbentuk seperti pentungan berperan untuk mendeteksi bau (hidung). Mereka merupakan hewan hermafrodit, tetapi jarang melakukan fertilisasi sendiri. Nudibranch adalah hewan karnivora. Beberapa memakan spons, yang lain hydroida, atau bryozoa, dan beberapa kanibal, memakan siput air lainnya, dan pada situasi tertentu, bahkan anggota spesies mereka sendiri (hii, barangkali masih sodaraan dengan sumanto ya). Bentuk tubuh bervariasi. Ukuran berkisar antara 40 hingga 600 mm. Hewan kecil ini terdapat di seluruh dunia pada semua kedalaman, tetapi mereka mencapai ukuran terbesar dan bervariasi pada perairan hangat dan dangkal. Seperti yang saya temui di pantai Kondang Merak Malang juga pantai Bama Baluran. Read more…
Kondang Merak Beach
Pantai kondang merak adalah pantai eksotis yang merupakan bagian dari jajaran pantai Laut Selatan Jawa selain ngeliyep dan tetangganya; bale kambang. Sebagaimana pantai selatan yang lainnya, ombak di kondang merak juga ganas dengan gelombang-gelombang besar dan tiupan angin yang cukup kencang. Tepian pantai kondang merak bertekstur lempengan batu yang banyak ditumbuhi berbagai macam jenis alga. Sedikit ke tengah, Anda akan temui pulau-pulau kecil yang ditumbuhi semak belukar. Namun tetap sebagaimana pantai-pantai yang lainnya, pada bagian teluar garis pantai terhampar pasir putih yang meskipun tak terlalu halus, tampak tetap mengasikkan jika dipakai berlarian tanpa alas kaki.
Seperti yang saya katakana sebelumnya, landscape pantai yang landai dan berbatu datar ini ditumbuhi banyak sekali alga, saya bisa menemukan Glacilaria dan ulva dengan mudah, juga banyak berbagai jenis lain yang saya sudah lupa apa saja namanya,
. Selain surga alga, kondisi pantai yang landai dan cukup hangat tersebut juga cocok untuk habitat hewan-hewan avertebrata kecil, misalnya kelomang dan kepiting kecil dan tentu saja Nudibranch (siput laut). Anda dapat menemukan mereka dalam berbagai ukuran dan warna, sangat indah!. Salah satu yang sangat menarik perhatian saya adalah siput laut berwarna ungu gelap dengan garis dan bintik biru terang, sangat indah laksana beludru. Sumpah cantik banget! Read more…
Siapakah yang menjamin Anda hidup sampai Dzuhur, jika Allah menakdirkan Anda mati sekarang?
Dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Aziz memiliki putra bernama Abdul Malik, seorang pemuda yang bersahaja yang senantiasa menghiasi lembaran hidupnya dengan ketaqwaan dan kezuhudannya.
Suatu saat , ketika Umar sampai di rumah, selepas mengurus pemakaman saudaranya, datanglah sang anak menghampirinya. Kemudian anak inipun bertanya,
“yaa Amirul mukminin, apakah gerangan yang mendorong Anda membaringkan diri di siang bolong begini?”
Umar bin Abdul Aziz tersentak dan kaget tatkala sang putra memanggilnya dengan sebutan Amirul Mukminin, bukan dengan pangilan Ayah sebagaimana biasanya. Read more…
Menemukan Pahlawan Bangsa
Bagi siapa saja yang membaca artikel ini, bersiaplah untuk menjadi pahlawan bangsa
Sebuah buku karya Anis Matta yang berjudul “Mencari Pahlawan Indonesia”, buku ini sudah berkali-kali saya baca dan selalu saya temukan nilai dan penyemangat baru, untuk selalu berbenah diri, terakhir buku ini dipinjam teman cukup lama, baru kemarin dikembalikan, sehingga saya coba2 lagi untuk membacanya, berikut ini artikel terakhir dalam buku tersebut yang berjudul sama dengan judul buku, yaitu ‘Mencari Pahlawan Indonesia’. Saya ingin membaginya dengan pembaca sekalian,……
Mencari Pahlawan Indonesia:
Yang saya rasakan saat ini adalah dorongan naluri; bahwa negeri ini sedang melalui sebuah persimpangan sejarah yang rumit, sementara perempuan-perempuannya sedang tidak subur, mereka semakin pelit melahirkan pahlawan.
Read more…
Wisuda
Hari ini aku wisuda. Then, good bye UM
Status di atas aku tulis di facebook saat aku mengikuti prosesi wisuda semester genap Universtas Negeri Malang. sungguh membanggakan wisuda dihadiri oleh aba and umma…….
Read more…
Akhirnya Sidang (skripsi) juga!!!

Foto IqbalAli bersama dewan peguji Skripsi (dari kiri) Dra. Susriyati Mahanal, M.Pd, Prof. Dr. AD Corebima, M.Pd, IqbalAli dan Dr. Siti Zubaidah, M.Pd
Alhamdulillah, akhirnya aku sampai pada tahap ini, yaitu sidang skripsi.
Sebuah moment yang sangat berkesan bagiku, karena jalan yang kutempuh hingga sampai pada tahap ini cukup panjang dan melelahkan. Tapi satu alasan yang pasti, yang membuat momen ini begitu berkesan adalah doa dan ridho kedua orang tuaku serta selama penyusunan skripsi ini banyak sekali bantuan, motivasi dan arahan dari para dosenku. Di sini, melalui tulisan ini aku ingin berterimakasih kepada mereka.
Yang pertama tentu saja kepada kedua orang tuaku, aba dan umma. Aku selalu ingin membuat kalian bangga, itu saja.
Berikutnya kepada Ibu Dra. Susriyati Mahanal, M.Pd yang telah mempercayakan kepadaku untuk turut dalam proyeknya dan sekaligus menjadi penelitian skripsiku. Terimakasih banyak telah dengan sabar “mengoprak-oprak” saya untuk segera menyelesaikan penulisan skripsi ini Bu, mukin kalau tidak selalu diingatkan, skripsi ini belum selesai karena kemalasan muridmu ini, hehe
Selanjutnya teimakasih kepada Bapak Prof. Dr. A D Corebima, M.Pd (pembimbing I), saya tahu betul kesibukan bapak sebagai seorang guru besar, tapi bapak masih menyempatkan untuk memberikan saran-saran serta motivasi kepada saya. Saya pegang benar2 ‘wejangan2′ dari bapak. insyaAllah.
Serta kepada ibu Dr. Siti Zubaidah, M.Pd (pembimbing II), terimakasih banyak ibu telah sabar membimbing dan memberikan arahan-arahan yg sangat penting bagi penyusunan skripsi saya. Oia satu hal, yaitu ketika ibu melarang saya untuk menggunakan kutipan dari sumber sekunder atau tersier, ternyata cukup susah mendapatkan sumber-sumber primer, apalagi saya harus menterjemahkannya dulu sebelum memasukkannya dalam skripsi (kand rata-rata berbahasa inggris), fiuhhh, tapi setelah dapat rasanya puas dan bangga, meskipun masih ada beberapa kutipan yang sekunder (maaf ya bu, maaaf,
)
Terakhir to all my friend, thanks a lot
Pepino Fruit, si Pemberantas Penyakit…
Pernah dengar buah pepino?, asing memang, terutama untuk orang Indonesia. Buah yang rasanya agak aneh ini (tidak manis, juga tidak asam) dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang tergolong penyakit kelas tinggi, hoho, antara lain, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, sariawan dan bahkan stroke. Wew.
Buah ini berasal dari pegunungan Andes di wilayah Peru dan chili (Amerika Selatan). Pepino memiliki kandungan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Read more…
Cara Bikin Nata De Coco
Pasti para pembaca sekalian pernah menikmati segarnya es nata de coco. Apalgi kalau sedang berbuka, wuih, luar biasa. Nata de coco merupakan hasil fermentasi air kelapa dengan bantuan mikroba Acetobacter xylinum, yang berbentuk padat, berwarna putih, transparan, berasa manis dan bertekstur kenyal. Selain banyak diminati karena rasanya yang enak dan kaya serat, pembuatan nata de coco pun tidak sulit dan biaya yang dibutuhkan tidak banyak sehingga dapat dilakukan di rumah, pasti bangga dong makan nata de coco buatan sendiri, mau mencoba?……
Nah berikut langkah-langkah singkat dan praktis dalam membuat nata de coco, selamat mencoba!!!
eitt, sebelumnya siapkan dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan nata de coco antara lain:
- 100 liter air kelapa
- 100 gram(gr) gula pasir Read more…
Uniknya Kuda Laut
Beberapa hari yang lalu sempat liat pagelaran ‘jaranan’ jadi ngin nulis tentang kuda jadinya, tapi kok kayaknya lebih asyik kalau nulis tentang kuda laut, apa sih kuda laut itu?
Kuda laut bukanlah kuda yang sebenarnya, kuda laut adalah sejenis ikan kecil yang hiup di perairan tepi laut yang tenang. Jangan bayangkan kuda laut ini seperti kuda biasanya, ukuran umumnya sekitar 10-15 cm saja.
Kuda laut merupakan hewan yang sangat unik, kita dapat melihat matanya yang lebar dan ‘mocongnya’ yang sangat mirip dengan kuda, ekornya menggulung seperti ujung tanaman pakis. Kuda laut tubuhnya keras karena dilindungi oleh eksoskeleton (rangka luar) dan pada bagian belakang kepalanya terdapat semacam tanduk yang jika liperhatikan akan mirip dengan telinga kuda.
Hewan ini bergerak atau lebih tepatnya berenang dengan mengerakkan sirp kecilnya yang Read more…





Komentar Terakhir